FELINE LOWER URINARY TRACT DISEASE, PENYAKIT YANG SERING DIDERITA KUCING KESAYANGAN

FELINE LOWER URINARY TRACT DISEASE, PENYAKIT YANG SERING DIDERITA KUCING KESAYANGAN

Catlovers  pasti selalu menginginkan kucing kesayangannya sehat, lincah dan memiliki berat badan yang ideal. Ciri kucing yang sehat cenderung aktif, memiliki rambut yang berkilau, mata yang cerah, makan dan minum lahap, serta buang air besar dan buang air kecil teratur. Setiap kucing memiliki tingkah laku yang berbeda, namun secara umum tingkah lakunya sama khususnya saat sakit.

Tentuya catlovers tau apabila tingkah laku kucing kesayangan berubah. Apa pernah catlovers menemui kucingnya merejan kesakitan saat akan buang air kecil? Atau merejan lama dan hanya mengeluarkan sedikit urine saat buang air kecil? Atau bahkan pernah mengalami kencing yang urinenya bercampur darah? Jika pernah, bisa jadi kucing tersebut tengah menderita  Feline Lower Urinary Tract Disease selanjutnya kita sebut FLUTD. Apa itu FLUTD?.

 

Saluran Sistem Urinasi Pada Kucing Jantan & Betina

FLUTD merupakan penyakit gangguan yang mempengaruhi kandung kemih dan saluran perkemihan pada kucing. Sesuai dengan namanya FLUTD itu terjadi pada saluran perkemihan bagian bawah. FLUTD lebih rentan diderita oleh kucing jantan hal tersebut disebabkan secara anatomi uretra kucing jantan yang berbentuk seperti tabung serta saluran perkemihan  yang lebih panjang dan memiliki bagian yang menyempit sehingga sering menimbulkan penyumbatan urine pada saluran perkemihannya.

FLUTD ada dua jenis yakni FLUTD obstruksi yang merupakan gangguan saluran perkemihan disertai dengan adanya sumbatan pada saluran kemih dan FLUTD non-obstruksi merupakan gangguan saluran perkemihan tanpa adanya sumbatan. Ras kucing yang umumnya sering menderita FLUTD adalah kucing ras British Shorthair, Persia, Mix breed persia, biasanya juga diiringi dengan kondisi obesitas dan range umur 1-3 tahun.

Penyebab FLUTD bervariasi, antara lain  Pertama karena konsumsi pakan kering (dry cat food) terus-menerus merupakan salah satu faktor penyebab utama terjadinya FLUTD. Pada pakan kering biasanya mengandung ion-ion MgO2 dan MgSO4 yang tinggi. Kandungan magnesium pada pakan kucing yang tinggi dapat menyebabkan resiko pembentukan kristal pada urin. Ketika kucing mengkonsumsi pakan kering dengan tingkat minum yang terlalu sedikit maka akan terjadi oversaturasi (pengendapan) dari urine. Akibatnya konsentrasi urine semakin pekat, Urine yang pekat menyebabkan terjadinya endapan ion Mg, fosfat dan ammonium. Ion-ion yang mengendap tersebut akan membentuk inti kristal dan akan menarik mineral-mineral lain di dalam urin untuk membentuk kristal.

Kedua urolithiasis yakni adanya batu atau kristal-kristal pada saluran kemih maupun kandung kemih. Bentuk batunya bermacam-macam seperti struvite, kalsium oksalat, kalsium fosfat,uric acid/urate, dancystine tergantung mineral atau zat yang terakumulasi. Ketiga bisa juga karena adanya infeksi pada kantung kemih yang disebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, virus. infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat juga memperparah terbentuknya batu kandung kemih jenis struvit karena membuat kondisi urine memiliki pH basa.  Keempat  bisa juga disebabkan idiopathic cystitis atau infeksi pada kantung kemih yang tidak diketahui penyebabnya. Kelima bisa juga disebabkan penyakit katastropik seperti kanker.

Studi yang dilakukan oleh Gama R.O.G et al (2009) di Brazil, bahwa kejadian FLUTD banyak terjadi pada jenis kelamin jantan (91%) yang belum dikastrasi (71%), bukan ras spesifik (57%), usia 1-3 tahun (66%), hanya diberikan pakan kering (80%), dan pemilik memiliki kucing lebih dari satu (66%). Pakan kering akan meningkatkan pH urin sehingga menjadi basa dan terbentuk kristal di kandung kemih. Sedangkan kucing yang dipelihara lebih dari satu ekor akan meningkatkan resiko stres akibat berkelahi dan sebagainya. Studi lain menunjukkan penyebab FLUTD antara lain Feline idiopathic cystitis (60,7%), infeksi saluran kemih (12,7%), obstruksi uretra akibat mukus (17,4%), Urolithiasis (13%) dan hiperplasia kandung kemih (5%) (Kojrys S.L et al., 2017).

Gejala Klinis pada Kucing yang Mengalami FLUTD adalah kucing nampak Cemas Stres,Lesu,Muntah,Nafsu makan menurun, Susah mengeluarkan urin, Adanya darah dalam urin, Kesakitan pada saat urinasi, Sering menjilati daerah genital. Biasanya disertai cystitis (inflamasi atau peradangan pada kandung kemih), adanya obstruksi / sumbatan, dan kencing berdarah.

Bagaimana Tips menangani FLUTD? Menurut  drh. Malik Zen salah praktisi dokter hewan dari Zen Veterinary Care di Malang, segera bawa kucing anda ke dokter hewan terdekat  saat menunjukkan gejala-gejalanya jangan sekali-kali menanganinya sendiri karena dapat memperparah kondisi. Dokter hewan akan memberikan obat untuk menjaga kesehatan saluran kemih kucing. Terapi antibiotik yang tepat untuk infeksi sekunder akibat bakteri, serta pemberian obat anti radang dan anti nyeri. Pemberian terapi cairan dapat menjadi pertimbangan apabila terjadi dehidrasi.

 

Selanjutnya dokter hewan akan menilai penyebab dan seberapa parah FLUTD yang sudah diderita kucing dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan X-ray,USG, pemeriksaan heamtologi dan kimia darah dan pemeriksaan urinalisis  untuk menentukan tindakan selanjutnya seperti Pemasangan kateter untuk melancarkan urinasi ataupun Tindakan operatif seperti Cystotomy (Pembedahan kandung kemih) dan Urethrotomy (Pembedahan uretra). Setelah dilakukannya tindakan dan treatment pada kucing, dokter hewan akan memberikan rekomendasi diet pakan khusus untuk mengurangi timbulnya kembali kristal kembali pada saluran kemih.

 

Pemberian terapi supportif untuk membantu melarutkan kristal struvit maupun kalsium oksalat. FLUTD dapat dicegah melalui pemberian pakan khusus yang rendah Mg, tinggi Na atau pakan yang mempunyai pH cukup rendah. Pakan yang rendah pH ini akan meningkatkan absorbsi Na dan meningkatkan pengeluaran phospat sebagai unsur pembentuk batu ginjal. Selain diet, diupayakan agar kucing diberiakan pakan yang basah, penyediaan air segar sebagai sumber air minumnya yang cukup setiap hari.

 

Kucing harus dibiasakan dengan aktifitas fisik  dan hindari kondisi obesitas serta pembersihan kandang dan liternya secara rutin. Diet khusus yang diberikan pada kucing biasanya mengandung beberapa formula yang penting untuk mencegah pembentukan kristal mineral, yaitu: Mengontrol level kalsium, magnesium, fosfor, dan oksalat untuk membatasi pebentukan kristal dan batu pada vesika urinaria. Kandungan kalium sitrat berguna untuk menghentikan pembentukan batu pada vesika urinaria. Kandungan kaya vitamin B6 membantu mengurangi pembentukan oksalat. diskusikan kembali dengan dokter hewan Anda pilihan pakan terbaik yang bisa diberikan pada kucing Anda, karena jenis pakan yang diberikan sangat bergantung pada penyebab FLUTDnya ujarnya. (Malik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *