HETTY, DOGLOVERS YANG BAIK HATI

Kesetiaan anjing pada manusia sudah tidak perlu diragukan lagi, ingat kisah Hachiko anjing jenis Akita inu yang setiap hari menunggu tuannya pulang di stasiun?

Mungkin inilah juga yang Hetty rasakan ketika pertama kali sang ayah mengadopsi seekor anjing Pomeranian betina bernama Chello pada sekitar tahun 2007.

“Aku ingat sekali, Chello itu pintar bahkan sudah tahu jalan pulang, saking pintarnya suka ngambek kalo dipakaikan leash, karena merasa sudah hafal jalan,” tutur Hetty.

Aku suka sama doggie karna emg doggie itu setia, terus penurut. “Aku inget papahku pulang ke rumah bawa doggie dikasih sama temannya. Aku senang banget karena memang lucu, tapi itu sudah lama sekali.”

Baggi Hetty, anjing itu memberi kasih sayang tanpa syarat “anjing buat aku sudah seperti keluarga sendiri.”

Saat mengurus Chello, Hetty mengungkapkan Chello tidak pernah sakit, “sekalinya sakit karena memang sudah tua kata dokter malah harus suntik mati. Tapi aku gak mau, jadi aku minta ke dokternya untuk membawa pulang Chello.”

Hetty juga menuturkan, padahal saat itu Chello sudah kuat untuk berjalan jadi hanya tidur terus, “makanpun harus disuapi pokoknya sedih banget, sampai sebelum dia tutup usia malamnya datang ke kamar jalan sudah sempoyongan aku sudah felling tidak enak seperti mau pamit makanya datang tidur ke kamar.”
Sambil berbisik sebelum tidur, Hetty mengatakan pada Chello “aku ikhlas dari pada sakit terus, lalu saat pagi Chello benar-benar sudah tidak bangun lagi.”

Tepat di tahun 2011 Chello menutup usianya, momen di pagi itu benar-benar membuatnya hancur “jujur aku sedih banget, karena sudah seperti anak sendiri. mata bengkak berminggu-minggu kepikiran terus.”

Akhirnya selang beberapa waktu berlalu, Hetty merasa sangat kesepian karena kehilangan teman, bahkan sang Mama juga tidak mengizinkan untuk memelihara anjing lagi, karena khawatir akan sedih dan kecewa, mengingat ketika kepergian Chello lukanya terasa begitu mendalam. Namun karena keinginan dan rasa cinta yang mendalam terhadap anjing maka akhirnya Hetty pun merawat Vouny hingga sekarang sudah berusia 8 tahun.


Vouny tipikal anjing yang manja, karena selalu mengikuti kemanapun Hetty melangkah.
“Vouny juga memiliki mainan favorit, sendal dari plastik warna merah yang kalau di pencet ada bunyinya, meski dikasih mainan baru Vouny gak peduli cuma sendal itu saja yang selalu dia gigit-gigitin.”

Sang Mama juga berujuar jika Vouny sedang ditinggal untuk beberapa hari oleh Hetty, Vouny terlihat murung, tidak nafsu makan, seperti sedang menunggu dirinya agar segera pulang.

“Kalau sudah melihat saya pulang Vouny heboh sambil loncat-loncat minta digendong biar kalem, mungkin karena kangen hehe.”

Untuk grooming sendiri, Hetty rajin memanggil orang grooming untuk membersihakn Vouny, “dulu aku suka bawa ke tempat grooming, tapi suka lama selesainya karena antri. Jadi kadang aku panggil orang grooming ke rumuh kalau lagi gak sempet mandiin.”

Sama dengan pemberian vaksin, Hetty juga memberikannya rutin setiap tahun, karena kesehatan Vouny harus sangat diutamakan, apalagi mengingat Vouny yang sudah tidak muda lagi jadi butuh perawatan yang khusus.

Hidup bersama dengan Vouny hampir satu windu membuat mereka seperti memiliki ikatann batin, seolah mengerti suasana hati satu sama lain, “pernah dimana aku lagi down, bawaannya sedih sekali, aku menangis di kamar, Vouny datang ke kamar bawa mainan kesayangan kasih ke aku, seperti mengerti aku butuhh dihibur  dan ditemani, aku malah jadi senyum-senyum sendiri melihatnya, hehe.”

Selama pandemic covid-19, tentu saja melumpuhkan kegiatan gathering bersama Dog Lovers Bogor (DLB) komunitas tempat Hetty berkumpul bersama dog lovers, “padahal bulan  April harusnya ada games, karena ada sponsor dari salah satu pet shop online. Tapi karena covid jadi harus ditunda dulu.”

Hetty dan Vouny ketika liburan bersama ke pantai.

Hetty juga berpesan kepada pet lovers ingin mengadopsi anjing, untuk benar-benaer berkomitmen merawat hingga akhir hayat, “jangan pernah memelihara jika pada akhirnya melepaskan because they will never let us down, kalau sampai ada owner yang menyianyiakan peliharaannya, berarti mereka lupa kalau doggie/pets merupakan bagian dari keluarganya.”

Biasanya Hetty juga memberikan edukasi kepada sesama doglovers, memberi pengertian kalau memelihara bukan hanya karena hobby tapi wajib disayang seumur hidupnya.

“Kalau belum siap dan berkomitmen seumur hidup lebih jangan pelihara, dari pada terlantar nanti nya, suka sama pets bisa dengan kita berkunjung ke shelter/datang ke gathering komunitas. Karena yang datang di gathering DLB tidak semua punya doggie. Ada yang suka datang karena memang  suka sama doggie tapi tidak punya waktu dan belum bisa berkomitmen memelihara,” ungkap Hetty.

https://www.instagram.com/p/CCdg-4vD1M6/?igshid=fo7vyjlnkzlt

Mau berkenalan lebih dekat dengan Vouny?
Doglovers bisa menyambanginya lewat akun IGnya @Vounypom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *