Jatuh Hati Pada Shaggy

Jatuh Hati Pada Shaggy

Jatuh cinta saat pandangan pertama, itulah yang dirasakan Vivi saat kali pertama melihat seekor anjing shitzhu betina di dekat kolam ikan yang sudah mengering.
Sontak shitzhu mungil tersebut langsung meminta digendong saat bertemu dengan Vivi.

Tanpa berpikir panjang lagi, Vivi pun memutuskan untuk mengadopsi shitzhu itu karena pemilik sebelumnya pun tidak bisa merawatnya.

“Shaggy!” Begitu Vivi memanggil shitzhu memanggilnya kini!

Event My dog my Hero bersama Smartheart, Vivi dan Shaggy meraih juara kedua.

Sejak kecil memang sudah suka dengan anjing, namun sayang saat itu keluarganya melarang untuk pelihara, karena adik-adik dan mamanya tidak suka.

Anjing pertamanya bernama Leo, warna hitam mix poodle dipelihara saat kuliah.
“Tapi saya belum bisa pelihara sampai akhir hayatnya, hanya sempat setahun memeliharanya, karena saya saat itu memiliki banyak kesibukan, maka mama saya kasihkan ke orang lain” tutur Vivi.

Pada tahun 2010, akhirnya Vivi memelihara anjing lagi karena kebetulan sang suami juga mengizinkan, maka hingga kinilah Vivi dan Shaggy bersama. Awal-awal merawat Shaggy Vivi juga sempat menerka-nerka usia Shaggy, maka kemudian untuk memastikannya, Vivi membawanya ke dokter hewan sekaligus memberikan vaksin agar terhindar dari penyakit.


“Pas saya bawa ke dokter hewan dan menghitung giginya, diperkirakan umur Shaggy saat itu 10 bulan,” ungkapnya.

Alasan dibalik pemberian nama Shaggy tidak terlepas dari bulunya gimbal dan tidak beraturan alias panjang pendek tidak terurus, walaupun ini betina.

Ada tingkah laku yang tidak biasa yang Shaggy tunjukkan jika ingin memnita bermain bersama Vivi, “Kalo ingin main dia pasti jeguk-jeguk ke arah saya, padahal pada situasi normal Shaggy jarang, bahkan tidak pernah jeguk-jeguk seperti itu.”

Vivi juga menuturkan jika botol air mineral kemasan merupakan mainan favorit Shaggy, “Shaggy baru akan berhenti bermain, jika botolnya sudah rusak, hehe.”

Shaggy juga bukan termasuk anjing yang pencemburu, namun jika sdang diajak jalan-jalan keluar  tatapan matanya tidak terlepas ke arah Vivi dan selalu mengikuti, setelah dekat langsung melompat minta digendong.

Saking dekatnya dengan Shaggy, rupanya Shaggy juga bisa tahu ketika Vivi merasa lelah, Shaggy akan mendekat padanya dan ikut tidur disampingnya, hingga dirinya terbangun, Shaggy tetap setia menemani.

“Pernah Shaggy ditingal selama 3 hari, saat kembali bertemu, reaksinya girang dan loncat-loncat kesenangan,” ujar Vivi.

Ada ritual khusus yang harus Vivi lakukan, ketika berpamitan dan harus untuk meninggalkan Shaggy, “seperti biasa kalau saya mau pergi saya harus ijin dan bilang dulu ke Shaggy baru dia izinkan dengan segera balik badannya ke dalam dengan posisi standby seperti dia sedang menjaga, jadi gak main pergi, saya harus berkata bye bye shag, jadi mukanya akan manis pas saya tinggal, alias tidak menangis.”

Vivi rutin membawa Shaggy untuk diberkati di gereja setiap tahunnya

Vivi juga aktif bergabung dengan komunitas pencinta anjing, seperti Jakarta Dog Lovers, Peshindo (peshindo (Pecinta Shihtzu Indonesia), serta berhubung domisilinya di Bekasi, Vivi juga aktif di komunitas Bedovres (Bekasi Dog Lovers).

“Shaggy senang klo diajak ketemu teman-temannya, happy pas pulang makannya jadi banyak hehe,” jelas Vivi.

Vivi juga sangat apik dalam menjaga kebersihan Shaggy, biasanya Vivi memandikannya seminggu sekali, “Tapi kalau perawatan saya lakukan setiap hari, karena shihtzu harus sisiran tiap hari ( bulu panjang), Shaggy juga tidak pernah susah untuk saya rawat, karema dia adalah anjing penurut, mungkin karena saya rawat gak pernah sampai menyakiti Dia, alias salah potong atau kesodok, saya lakukan dengan hati-hati, dari sikat gigi, bersihkan mata dan telinga, Shaggy sangat menurut.”

Untuk masalah reproduksi, Vivi juga sangat pro dengan sterilisasi, itu sebabnya
Shaggy sudah disteril pada usia 3 tahun, “Saya sayang Shaggy, saya gak mau Shaggy kena pyometra, selain itu tiap tahun saya bawa Shaggy untuk diberkati, karena di gereja katolik tiap tahun ada kesempatan untuk pemberkatan hewan peliharaan, selama saya pelihara shaggy tidak pernah terlewatkan setiap tahunnya.

Sebagai penyayang binatang, Vivi juga mengungkapkan pandangannya terhadap oknum-oknum yang masih saja suka menyiksa binatang, “Kalau ketahuan ada yang siksa binatang sebaiknya dilaporkan ke pihak berwajib saja, sebab sekarngg sudah ada undang-undangangnya.” (Vira)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *