KENALAN YUK! DENGAN KOMUNITAS SI “MPUS”

Masyarakat Pecinta Ucing Sabogorraya (MPUS) awalnya terbentuk dari sekumpulan anak muda pecinta kucing yang sering menghabiskan waktu bersama. Setidaknya ada 10 orang saat itu, hingga akhirnya pada tahun 2012 ketika pecinta kucingnya makin banyak yang ikut berkumpul maka dibuatlah akun media sosial untuk MPUS.

Kegiatan yang dilakukan oleh MPUS seperti ; gathrering, rescue, street feeding, dan juga penggalangan dana dengan membuat kotak amal disimpan di beberapa petshop di bogor. Nantinya uang yang terkumpul akan digunakan untuk keperluan menolong kucing stray.

Visi terbentuknya MPUS adalah menjadikan sebagai wadah pecinta kucing serta masyarakat nasional yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan hewan, kucing pada khususnya.

Sementara untuknya misinya :

  • Membangun empati dan simpati masyarakat
  • Meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menjaga kesejahteraan kucing
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk kegiatan sosial terhadap kucing
  • Menjadikan kucing yang berada di kota Bogor pada khususnya menjadi lebih sejahtera

    Hingga saat ini tercatat ada 45 anggota aktif dan 106 anggota non aktif di komunitas MPUS, bulan lalu akun facebook MPUS di banned pihak facebook,
    “Karena peraturan facebook sekarang sudah tidak boleh memperjualbelikan hewan, Sebenernya kita sudah membatasi hanya boleh setiap hari Jum’at dan tidak boleh pasang harga. Tapi ternyata masih ada saja ada yang melanggar. Jadi kena pantau FB dan ahirnya dibanned, padahal member yang bergabung sudah sekitar 1000 orang,” ujar Rio, salah satu anggota MPUS.

    Rio juga menuturkan tidak ada syarat khusus untuk bergabung dengan MPUS, “Yang terpenting merupakan Catlovers, meski tidak memiliki kucing juga boleh ikut bergabung.”

Untuk kegiatan gathering biasanya diadakan sebulan sekali, atau jika anggota sedang memiliki kesibukan, bisa menjadi dua bulan sekali. “Untuk waktunya sih flexible disesuaikan dengan waktu luang para anggota, lokasinya kadang di taman, tapi sayang sekarang tidak dizinkan oleh Pemkot, jadi kita memanfaatkan kafe saja jika ada acara edukasinya” ucap Rio.


Sementara untuk kucing yang direscue, MPUS juga memfasilitasi hingga mendapat adopter, bahkan sebelum mendapat adopter MPUS juga melakukan steril terlebih dahulu.

“Kebanyakan kucing-kucing yang direscue merupakan korban animal abuse, ada yang kakinya dipotong orang, ada yang matanya copot sebelah, MPUS juga tidak memberikan syarat khusus juka ada adopter yang ingin mengadopsi kucing rescue, karena sudah mau menampung kucingnya saja kita sudah seneng, apalagi kebanyakan yang kami rescue kucing dome, kami hanya berpesan untuk dirawat dengan baik,” ungkap Rio.

Selama kegiatan rescue, MPUS juga memiliki pet shop dan juga klinik rekanan diantaranya :
D’arts animals care, Vetscope , Dialovet, Bogor Pet Center, S.O.S klinik.
Petshopnya, Papung Grooming and Care, Artzimar petshop, Chiro petshop, Dot Pet Club.

Selain itu member dari MPUS juga akan mendapat diskon khusus jika mengunjungi
petshop dan klinik rekanan Swadaya, “Kami juga ada kas keanggotaan, Perbulan  Rp. 10.000,-/ anggota, jika ada kucing yang butuh untuk ditolong kami juga segera membuka open donasi, karena hingga saat ini belum ada donatur tetap,” tuturnya.

 

Melihat masih ada saja oknum yang masih menyiksa hewan, Rio membeberkan pandangannya “Masih kurangnya rasa perduli terhadap hewan, mungkin karena faktor rendahnya pendidikan juga, Sehingga berpengaruh pada moral.  Meski sudah ada UU terhadap animal abuse tapi hukumannya masih belum kuat, kurungan hanya beberapa bulan dan denda uang pun hanya berapa puluh atau beberapa ratus ribu jika tidak salah, jadi belum ada efek jera. Komunitas kami juga sering di undang ke sekolah  TK untuk edukasi & cara merawat kucing.”

Meski ketika edukasi ke anak-anak TK Rio mengaku tim MPUS juga kewalahan,  “karena saking antusiasnya jadi agak susah untuk mereka mendengarkan dan memerhatikan apa yang kita sampaikan.”

Namun Rio mengaku senang karena MPUS sudah diberi kesempatan untuk mengedukasi anak-anak sedini mungkin untuk merawat dan menyayangi binatang, agar menumbuhkan rasa empati dan melindungi binatang kelak dewasa nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *