Ketika Kucing Melahirkan, Jangan Panik!

Ketika Kucing Melahirkan, Jangan Panik!

Kenali ciri-ciri kucing mau melahirkan! Pertama kali menangani kucing melahirkan pastinya membuat catlovers bingung untuk menanganinya. Untuk berjaga-jaga, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan jelang kelahiran, jangan panik!

Siapa tak mau punya kucing kesayangan yang banyak memiliki keturunan lucu dan menggemaskan. Pastinya, catlovers akan merasa senang jika melihat tingkah laku kitten berlarian, bermain, sampai berebut menyusu ke induknya.

Namun, beberapa catlovers mungkin belum mempunyai pengalaman dalam mengatasi persalinan kucing. Bahkan, sebagian lainnya mungkin takut melihat proses persalinan kucing dan merasa “jijik” melihat darah pada bayi kucing yang baru dilahirkan.

Ciri-ciri Kucing Mau melahirkan

Ketika Kucing Melahirkan, Jangan Panik!
Kucing persia surabaya (Sumber foto: kucingpersiasurabaya.com)

Ada baiknya catlovers kenali dulu ciri-ciri kucing yang akan melahirkan agar tahu apa yang harus dilakukan dan perlu dipersiapkan. Menurut Drh. Husnul Hamdi dari Rumah Sakit Hewan Jakarta, tanda-tanda kucing yang ingin melahirkan biasanya dimulai pada usia kehamilan 9 minggu atau sekitar 63 hari.

Gejala-gejala yang diperlihatkan induk kucing menjelang kelahiran di antaranya: perut semakin membesar dan jika dipegang seperti ada gerakan dari dalam perutnya, nafsu makan berkurang, bagian vagina basah, dan si induk sering menjilati bagian vaginanya. Ciri lain, kelenjar susu mulai mengeluarkan air susu, dan induk terlihat sibuk mencari-cari tempat melahirkan. Biasanya, tempat favorit yang dicari tersembunyi, gelap, dan hangat.

Husnul melanjutkan, gejala lanjutan biasanya terlihat dari gelisahnya induk, terengah-engah, napas lebih cepat atau panting, keluar lendir dari kelamin, suhu tubuh menurun di bawah normal (di bawah 38 oC), keluar cairan atau air ketuban, dan mulai kontraksi atau mengedan.

Drh. Husnul Hamdi dari RSH Jakarta memeriksa kesehatan kucing
Drh. Husnul Hamdi dari RSH Jakarta memeriksa kesehatan kucing

Persiapan Kucing Melahirkan

“Jika pemilik kucing tidak berani atau tidak bisa membantu proses kelahiran si kucing, sebaiknya bawa kucing yang hendak melahirkan ke dokter hewan agar tertangani dengan baik sesuai aturan medis,” saran Husnul.

Jika akhirnya si pemilik kucing memutuskan untuk menangani sendiri kucing yang ingin melahirkan, terdapat beberapa peralatan yang harus disiapkan. Beberapa alat tersebut adalah: (1) handuk kering, (2) gunting, (3) benang, (3) alkohol 70%, (4) Betadine cair, (5) sarung tangan, (6) alat penyedot lendir, dan (7) boks atau tempat untuk induk dan bayinya setelah persalinan.

 

Jangan lupa untuk menyiapkan lampu penghangat. Sering kali, pemilik kucing melupakan penghangat. Padahal, penting untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat, terlebih saat masuk musim hujan.

Saat Kucing Melahirkan

“Secara naluri alamiah,” terang Husnul, “biasanya induk kucing bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan manusia. Namun, untuk mengurangi kematian pada bayi kucing pada saat proses kelahiran, pemilik kucing mau tidak mau harus membantu persalian induk.” Hal tersebut disebabkan tidak sedikit kasus kematian pada bayi kucing pada saat persalinan.

Terdapat beberapa kendala yang biasa ditemukan dalam proses persalinan induk kucing. Jika tidak diberi penanganan yang tepat oleh si pemilik kucing, akibatnya bisa berujung pada kematian bayi kucing. Beberapa kendala tersebut di antaranya:

  • bayi kucing sulit keluar dari vagina induk;
  • kasus jarak kelahiran antarbayi yang terlalu lama, sekitar 1—2 hari;
  • pecahnya pembungkus atau plasenta bayi di dalam perut induk, dan
  • induk tidak punya tenaga untuk berkontraksi.

 

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemilik kucing saat membantu persalinan induk kucing. Pertama adalah faktor kebersihan, mulai dari kebersihan tangan si pemilik kucing. Gunakan sarung tangan dan perhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan.

Biarkan induk melakukan proses melahirkan secara alamiah. Jika induk terlihat sulit mengeluarkan bayi, pemilik kucing bisa membantu menariknya secara perlahan. Jika bayi kucing sudah keluar tetapi masih terbungkus plasenta dan induknya membiarkan, segera buka plasenta dan keluarkan bayinya.

Bersihkan mulut dan hidung bayi kucing dengan alat penyedot lendir hingga terdengar suara “meong” dari si bayi. Stimulasi napas dengan mengusap atau menggosok dada dan punggung, sampai bayi bernapas atau terdengar suara tangisannya.

Keringkan bayi kucing dari air ketuban dengan menggunakan handuk kering. Selanjutnya, ikat tali plasenta dengan benang dan potong kira-kira 1 cm dari pusar. Pastikan benang dan gunting yang digunakan sudah disterilkan dengan alkohol 70%.

Letakkan bayi kucing di dekat induknya agar si induk menjilati bayinya. Periksa puting susu induk untuk memastikan kebersihan dan keluarnya susu. Setelah itu, tempelkan mulut bayi ke puting susu induknya agar si bayi merasakan kolostrum induknya. Dalam bahasa latin, colostrum berarti susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.

#Foto3. Boks memberikan suasana hangat pada anak-anak kucing (Sumber foto: Istimewa)

Letakan induk dan bayinya dalam boks bersih beralaskan kain kering serta berikan lampu penghangat untuk si bayi. Lakukan langkah-langkah di atas kepada bayi-bayi yang baru lahir.

Gambar kucing lucu
Gambar kucing lucu

Paska persalinan dan jarak kucing melahirkan anaknya

Ada beberapa hal yang harus diketahui catlovers terkait paskapersalinan kucing. Paskapersalinan bukan berarti si bayi dipastikan hidup dengan baik tanpa perawatan. Hal ini disebabkan banyaknya kasus paskapersalinan yang mengancam hidup si bayi.

Beberapa kasus tersebut di antaranya air susu induk yang tidak keluar serta induk kucing yang meninggalkan dan tidak mengurus bayinya. Kalau hal tersebut terjadi, bertambah lagi tugas si pemilik kucing.

Berikan makanan khusus untuk induk kucing yang baru melahirkan dan berikan vitamin penunjang kesehatan agar induk tetap sehat dan memproduksi ASI dengan lancar. Jika induk tidak mengurus bayinya, berikan bayi susu khusus kucing agar asupan makanannya tetap terjaga.

Jika tidak ditemukan kasus-kasus paskapersalinan, sebenarnya tidaklah terlalu sulit melakukan perawatan pada bayi kucing yang baru lahir. Cukup biarkan berjalan secara alami. Tiada yang lebih baik mengasuh anak selain induk mereka sendiri. Oleh sebab itu, setelah membersihkan bayi kucing, kembalikan segera ke induknya.

#Foto4. Induk adalah pengasuh terbaik untuk anak-anaknya (Sumber foto: Istimewa)

Setelah lahir, pastikan anak kucing mendapatkan perawatan dari induknya. Bayi kucing yang baru lahir sangat penting untuk mendapatkan susu pertama dari induknya. Bayi kucing yang mendapatkan susu pertama dari induknya akan terlindung dari infeksi.

Selain itu, terdapat dua hal yang perlu dilakukan si pemilik kucing, yaitu: (1) menentukan jenis kelaminnya dan (2) menimbang berat badan bayi kucing yang dilahirkan. Lakukan secara berkala agar perkembangan kesehatan bayi kucing terkontrol.

Selama bayi kucing dalam perawatan induknya, semua akan baik-baik saja. Si pemilik tidak perlu repot merawatnya. Meskipun begitu, anak kucing jangan dibiarkan begitu saja. Amati sekali-kali jika ada sesuatu yang tidak beres dan lakukan penanganan dengan segera.

Persiapan kucing melahirkan
Persiapan kucing melahirkan

 

Apabila kucing susah melahirkan
Apabila kucing susah melahirkan

 

Cara membantu kucing melahirkan sungsang
Cara membantu kucing melahirkan sungsang

 

Berapa lama kucing melahirkan
Berapa lama kucing melahirkan

 

 

 

 

Kucing setelah melahirkan perutnya masih besar
Kucing setelah melahirkan perutnya masih besar

 

Apabila kucing melahirkan tidak tuntas
Apabila kucing melahirkan tidak tuntas

(Aditya Permadi)

3 thoughts on “Ketika Kucing Melahirkan, Jangan Panik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *