Jenis Kucing

Kucing Siam si Manis dari Thailand

Tren memelihara Kucing Siam masih belum redup. Kucing  ini masih banyak di buru oleh banyak pencinta kucing di indonesia karena tampilan mereka yang menarik dan lucu. Untuk cat lovers jenis peranakan kucing ini sudah familiar di telinga, karena selain tampilannya yang cantik sebenarnya kucing siam adalah kucing yang pintar dan aktif. Biasanya kucing siam dipelihara untuk tujuan kawin silang saja, untuk mendapatkan keturunan yang bagus.

Sebenarnya Kucing Siam adalah ras kucing asal Thailand. Dulunya kucing ini sering digunakan para sirkus di negara tersebut untuk meragakan adegan yang mungkin tidak bisa dilakukan kucing lain seperti berjalan di atas satu tali.

Di negara asalnya Thailand, kucing Siam ini hal yang lumrah dan biasa. Binatang yang kalau di Indonesia sliweran bebas sebagaimana kucing lokal. Namun seiring naiknya popularitas Siam di negara barat, khususnya Eropa. Keberadaan kucing ini di alam bebas semakin langka karena gencarnya penangkapan. Makanya mulai banyak bermunculan peternakan Siamese Cat.

Tubuh Kucing ini mirip dengan kucing kampung Indonesia, hanya saja lebih besar dan jangkung. Bentuk kepalanya sangat mirip dengan Anjing karena memiliki moncong mulut. Sedangkan telinganya berdiri kaku, mirip Serigala. Makanya Siamese Cat ini sering dijadikan sampel dalam usaha perkawinan silang kucing.

Umumnya untuk mendapatkan ciri fisik Siam yang dianggap bagus karena tinggi dan besar. Misalnya Ras Kucing Himalaya, adalah hasil dari persilangan Siam dengan Persia.

Satu karakteristik paten dari Kucing Siam adalah warna bulunya yang homogen. Semua Siamese Cat memiliki bulu perpaduan coklat kehitaman dengan putih pucat. Wajahnya bisa merata warna coklat kehitaman. Kadang-kadang hanya bercampur putih pucat. Ekornya panjang warna hitam kecoklatan dengan bulu-bulu tipis. Warna matanya cukup beragam ada yang keputihan, kebiruan, kekuningan. Namun semua pupilnya membulat besar warna hitam.

Kucing Siam memiliki ekspresi wajah yang dingin dan menyebalkan. Nampak seperti galak dan cuek. Tidak terlalu aktif, sebagaimana jenis kucing lokal kampung pada umumnya. Tubuhnya kekar dan kadang-kadang terkesan bagaikan seorang Preman dan Pertapa di dalam dunia kucing. Kulit tubuhnya yang putih pucat itu sangat mirip dengan warna domba. Kadang-kadang sekilas, pada Siam yang besar, juga jadi mirip dengan Kambing.

Kucing Siam masuk Eropa pada abad ke-18. Ketika Duta Besar Britania Raya pulang dari lawatannya ke Thailand mendapatkan hadiah seekor Siamese Cat dari Kerajaan Thailand. Sejak itulah, kucing ini ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Eropa, khususnya Britania Raya. (Vira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *