Kesehatan Kucing

LEUKIMIA TERJADI PADA KUCING KITA, LAKUKAN HAL-HAL INI

Leukimia pada kucing atau dikenal dengan Feline leukemia merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Feline leukemia virus (FeLV). Feline leukemia virus merupakan golongan retrovirus yang menginfeksi kucing hingga dapat menyebabkan timbulnya kanker sel darah putih (leukemia). Penyakit ini lebih sering diderita oleh kitten ditandai dengan indikator diferensiasi dan proliferasi sel limfosit yang tinggi. Virus ini juga menyebabkan berkurangnya sel darah merah (anemia) dan melemahkan sistem imunitas tubuh. Lantaran melemahkan sistem imun, infeksi bisa mematikan untuk kucing.

Drh Malik Abdul Jabbar Zen menuturkan, beberapa gejala yang timbul pada kucing yang menderita Feline leukemia virus seperti kelesuan, nafsu makan hilang (anoreksia), berat badan berkurang seiring waktu, kelenjar getah bening membengkak, sariawan pada rongga mulut tak berkesudahan, infeksi pada kulit, infeksi kandung kemih, infeksi saluran pernapasan, diare, dan kejang. Namun, terkadang pada awal masa inkubasi virus saat menginfeksi hingga terjadi “viremia” (virus yang berkembang biak di dalam aliran darah) awal, sebagian sistem imun kucing akan memeranginya dan memberantas virus tersebut, sebagian lain akan terinfeksi secara terus-menerus atau berada dalam fase infeksi laten.

Pada fase ini, kucing biasanya tidak menunjukkan gejala apapun (asimtomatik) dan akan tetap seperti itu selama bertahun-tahun kebanyakan kucing penderita hidup dengan normal dan biasa saja, namun kucing ini memiliki kebutuhan khusus terhadap lingkungan dan kesehatannya.

Peneguhan diagnosa dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah lengkap pada laboratorium, melalui rekomendasi dari dokter hewan. Tingkat kematian akibat infeksi Feline leukemia virus cukup tinggi hal tersebut disebabkan sistem imunitas tubuh yang menurun sehingga diikuti dengan infeksi-infeksi sekunder lainnya. Faktor-faktor yang dapat menjadi media penularan adalah melalui kontak langsung dengan air liur ataupun cairan hidung, darah, dan kotoran dari kucing penderita. Diagnosa banding dari Feline leukemia virus adalah Feline Immunodeficiency Virus (FIV) dengan gejala yang terjadi hampir sama.

“Hal-hal yang bisa dilakukan saat kucing kita menderita Feline leukemia virus adalah dengan segera berkonsultasi ke dokter hewan untuk selanjutnya dilakukan terapi terhadap simtoma atau tanda-tanda penyakit yang timbul, lalu pisahkan kucing penderita Feline leukemia virus dari kucing lainnya untuk mencegah penyebaran penyakit, kondisikan kucing penderita agar tidak stress dan selalu berada dilingkungan yang hangat dan kering, berikan pakan nutrisi yang berkulitas, cukup dan seimbang,” tutur Malik.

Malik juga berpesan agar tidak memberikan makan kucing penderita dengan daging mentah, telur, produk yang belum dipasteurisasi karena rentan terkena berbagai masalah kesehatan. Meskipun virus yang menyebabkan Feline Leukemia tidak bisa hidup lama di luar tubuh kucing, selalu jagalah kebersihan diri setelah menyentuh atau menangani kucing penderita sehingga faktor menularkannya secara tidak sengaja kepada kucing yang lain dapat dihindari. Selalu cuci tangan dengan sabun setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan. Serta tetap menjaga sanitasi lingkungan sekitar dengan membersihkan menggunakan desinfektan pada kotak pasir, tempat makan, tempat minum, dan peralatan kucing lainnya setiap hari dan memisahkan seluruh peralatan kucing penderita dengan peralatan lainnya.

“Pada kucing penderita perlu adanya perawatan lanjutan dengan melakukan kontrol minimal 6 bulan sekali kepada dokter hewan. Semakin lama kucing hidup dan terinfeksi Feline leukemia virus, semakin besar kemungkinan kucing untuk memiliki beberapa tipe gangguan Kucing penderita harus menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan penghitungan jumlah sel darah dua kali dalam setahun, pemeriksaan darah, urine, dan feses yang lebih komprehensif harus dilakukan setahun sekali,” ungkap Malik.

Kabar baiknya kucing penderita yang bertahan dan menguatkan kembali sistem imunnya, berpotensi selamat 70% dari kematian. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi pada kucing yang sehat. Khusunya pada kitten dengan melakukan vaksinasi yang pertama di usia 12-14 minggu. Berikan vaksin kedua sekitar 3-4 minggu sesudahnya. Karena umur kitte yang masih muda, vaksin akan memberikan perlawanan alami terhadap Feline leukemia virus. Lakukan pengulangan (Booster) setiap 1-3 tahun sekali tergantung pada seberapa besar risiko pemaparan virus pada kucing dan tipe vaksin yang digunakan. meskipun sampai saat ini tidak ada, vaksin yang tersedia menawarkan perlindungan 100% dari penyakit akibat virus. (Vira/Malik)

FOTO BY : Wikihow

REFERENSI

Anonim. The Merck Manual for Pet Health, Home Edition, pp. 533-536, (2007), ISBN 978-0-911910-99-5

Larry P.Tilley and Francis W.K Smith Jr. Blackwell’s Five Minute Veterinary Consult Canine and Fellin. Fouth Edition. Blackwell’s Publising

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *