Kesehatan Kucing

Litter box bersih, Kucing dan Keluarga Sehat

Dewasa ini manajemen pemeliharaan kucing sebagai hewan kesayangan menggunakan litter box sebagai media untuk pemeliharaan sanitasi dan kebersihan. Litter box diisi dengan pasir yang akan digunakan untuk kucing melakukan urinasi dan defekasi.

Bentuk dan jenis litter box bermacam-macam sehingga catlovers harus jeli dalam memilih litter box yang akan digunakan untuk kucing. Litter box yang baik untuk kucing memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran tubuh kucing dan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.

Kucing liar akan melakukan urinasi dan defekasi langsung di tanah/pasir dan beberapa individu kucing akan menggali untuk menutup sisa urin dan feses dengan tanah.

Kucing yang dipelihara secara intensif di rumah tidak semuanya terbiasa menggunakan litter box. Kitten akan belajar menggukkan litter box dengan memperhatikan kebiasaan induknya. Namun, apabila kitten ataupun kucing dewasa tidak terbiasa menggunakan litter box dapat dilatih dengan sistem pemberian hadiah setiap mereka berhasil urinasi atau defekasi di dalam litter box.

Litter box merupakan benda milik kucing secara pribadi, sehingga baiknya tidak mencampurkan litter box antar individu kucing. Apabila catlovers memiliki lebih dari satu kucing, sebaiknya jumlah litter box yang disediakan sesuai dengan jumlah kucing yang dipelihara.

Apabila terkendala keterbatasan litter box, sebaiknya ratio antara jumlah kucing dan litter box tidak terlalu besar yang akan mengakibatkan kucing mengantri ketika akan urinasi/defekasi.

Ukuran litter box sesuai dengan tubuh kucing
sumber foto (id.wikihow.com)

Selain itu, apabila 1 litter box digunakan secara bersamaan akan mengakibatkan kucing enggan urinasi atau defekasi di dalam litter box yang memiliki bau/aroma kucing lain.

Karena litter box digunakan untuk melakukan urinasi atau defekasi, catlovers perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Litter box diletakkan pada tempat yang mudah dijangkau kucing dan tidak sering dipindahkan agar kucing mudah untuk mengakses litter box saat akan urinasi/defekasi.
  2. Gunakan pasir zeolith yang banyak dijual di petshop. Pasir ini dapat digunakan berulang kali dengan cara mencuci pasir secara berkala.
  3. Kucing menyukai pasir yang bersih jadi catlovers perlu mengganti pasir apabila kondisinya sudah tidak layak. Penggantian pasir bisa dilakukan 1-2 minggu sesuai dengan kondisi litter box.
  4. Sebaiknya catlovers memilih pasir tanpa aroma karena kucing lebih mudah mengenali bau sekitarnya.
  5. Feses kucing harus selalu dibuang setiap saat agar pasir tetap bersih.

Litter box yang sudah kotor bisa dicuci dan dikeringkan. Pasir yang telah terpakai dikumpulkan dan telah bersih dari feses yang tertinggal di dalamnya. Pasir tersebut diletakkan didalam bak yang berisi air bersih dan dicuci hingga bersih.

Anak kucing belajar menggunakan litter box
Sumber foto : (wyrk.com)

Selanjutnya pasir dicuci dengan zat yang mengandung deterjen dan dibilas dengan air bersih hingga air yang digunakan kembali jernih. Selama proses pencucian, catlovers disarankan menggunakan sarung tangan agar kulit tidak iritasi.

Pasir yang sudah bersih direndam dengan desinfektan selama 4-6 jam kemudian ditiriskan dan dijemur hingga kering. Pasir yang akan digunakan dalam litter box kucing adalah kucing yang sudah kering sempurna dan tidak lembab.

Feses dan urin merupakan salah satu sumber penyakit dan menimbulkan bau menyengat. Catlovers perlu memanajemen kebersihan dan sanitasi individu selama menangani litter box agar kucing tetap bersih dan sehat, serta catlovers yang menangani litter box kucing. (Feby)

One Reply to “Litter box bersih, Kucing dan Keluarga Sehat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *