Merawat Dengan Cinta Kasih

Christian Joshuapale, atau lebih akrab dengan sapaan Nyai di akun instagramnya @christian_joshupale ini memang sangat aktif dalam menolong hewan-hewan terlantar, ini semua bermula ketika dirinya menetap di Bandung.

“Dulu sekitar tahun 2009 saat saya masih di Bandung ada teman kos yang kebetulan menjadi breeder, lalu anak-anak kucing yang lahir saya rawat,” ujarnya.

Pada saat itu anak-anak muda Bandung sangat menyukai jenis anjing Husky dan Golden Retriver, ketika mereka bepergian Nyailah yang menjaga anjing-anjing tersebut. Namun ketika itu Nyai belum mengenal dunia rescue dan hanya berfokus pada penyelamatan penyu Bali yang diadakan dua kali dalam setahun.

Nyai baru terjun untuk merescue anjing ketika bertemu Melanie Soebono, “Jadi Mbak Melanie mengenalkan saya pada salah satu temannya yang memiliki Shelter, lalu kemudian tahun 2012 saya mulai merescue anjing, berjenis golden retriver bernama Charming.”

Baru kemudian di tahun 2015 Nyai berani menampung banyak anjing dengan menjadi foster anjing dari salah satu volunter, bernama Sherly dari Garda Stawa Indonesia.

BACA JUGA:   Merawat Hingga Kedekatan Makin Terikat

“Kasusnya anjing ini terkena scabies parah ¾ tubuhnya kena, sampai akhirnya tubuhnya kembali ditumbuhi bulu,” ungkap Nyai.

Berkat cinta kasih dan kesabarannya merawat anabul-anabul yang terlantar, kini sudah ada ratusan anjing yang Nyai rawat, bahkan dalam sehari Nyai mengaku bisa menghabiskan 20 liter beras dan 20 kg daging ayam.

Nyai juga mengaku miris terhadap sebagian oknum yang masih saja melukai hewan, “Undang-undangnya ada, produk hukumnya ada, namun sayang sekali payung hukum kita belum kuat.”

Kebanyakan anjing yang Nyai rescue merupakan anjing dengan usia tua, sudah lama hidup di jalan yang membawa penyakit yang sudah menggerogoti tubuhnya seperti pernah juga menangani anjing yang terkena tumor.

Nyai bersama dengan ketua ASOHI DRH. Iawati Fari

“Memang kita rawat hingga ke tahap operasi, namun masalahnya adalah sel-selnya ternyata sudah menyebar ke paru-paru, yang seperti itulah rasanya miris sekali, karena sudah ada ikatan yang terjalin,” ujar Nyai dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA:   Si Milly Kitty Selalu Bikin Happy

Selain merescue anjing, Nyai juga ternyata merescue babi, “Sudah dua kali saya merescue babi, awalnya pada tahun 2017, ada seseorang yang ingin menghadiahkan babi ke rekan kerjanya, sebagai kado ulang tahun. Namun ternyata sang rekan kerja tidak bisa menerima hadiah babi tersebut, babinya sendiri dibeli dari daerah Klaten-Solo dan terkatung-katung di stasiun kereta Api Bandung.”

Nyai juga mengutarakan pandangannya terhadap doglovers yang sering kali tidak bertanggung jawab terhadap anak kaki empatnya, “doglovers atau owner dari anak kaki empat, bisa saja menjadi oknum animal abused, jika mereka tidak menyadari keterbatasan mereka, serta tidak mengidahkan asas-asas animal walfre yang menyebabkan anjingnya kena mal nutrisi, ini kan sama saja dengan penyiksaan!”

BACA JUGA:   Karena Chesy Selalu di Hati

Tanggung jawab serta memahami kemampuan owner juga perlu diperhatikan dengan baik, seperti misal jika doglivers hanya merasa mampu dan sanggung satu-dua ekor anak kaki empat, ya sudah cukup! dengan catatan berkomitmen seumur hidup, semua kebutuhan serta kesejahterannya terpenuhi tanpa kurang suatu apapun.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *