MIZU MAINE COON CATTERY

Bermula dari memiliki sepasang kucing maine coon dari cattery lokal (Indonesia) kemudian ikut serta dalam ajang lomba Internasional CFA (Cat Fanciers Association) tahun 2013 debut Fadly Fuad dan Indra Faizal sebagai pemula di Cat Fancy pun dimulai. Lomba demi lomba mereka jalani sebagai ajang untuk belajar mengenai standard dari kucing ras yang dipelihara. Selain itu juga mempelajari system dan mekanisme lomba di asosisasi CFA. Januari 2014 Fadly Fuad dan Indra Faizal bekerjasama dalam mendirikan Mizu Cattery.

Dalam berorganisasi Fadly dan Indra mendedikasikan diri untuk mengenalkan asosiasi ini sampai pada tahun 2017 para pemilik Mizu Cattery mendapatkan penghargaan dari CAT FANCIERS ASSOCIATION. Indra Faizal memperoleh penghargaan CLERK OF THE YEAR CFA dan Fadly Fuad memperoleh gelar STAR SERVICE AWARD CFA.

“Saat itu Mizu membawa kucing bernama Sayyan Chrysler untuk mengikuti lomba CFA di kelasmaine coon kitten yang member mereka pengenalan tentang warna dari kucing tersebut dan mendapatkan koreksi serta pemahaman dari para juri. Mengetahui breed standard dari kucing yang kita bawa di ajang lomba menjadi pembelajaran dan evaluasi untuk kami. Kucing berikutnya yang kami bawa dalam ajang lomba adalah Gembrotcoon Fadly yang bergabung di kelas Premiership (steriljantan). Selama 2 show season CFA kami membawa kucing tersebut sampai mendapatkan gelar Grand Premier danmenjadikucing Maine coon pertama yang mendapatkan gelar Divisional Winner di Indonesia,” ujar Fadly.

Tahun 2015 Mizu mulai membawa kucing dari hasil pembiakan sendiri bernama GP. DW.  MIZU OOMPA LOOMPA yang dilanjutkan GP. DW. MIZU ARCOBELANO KUMA, GP. MIZU MOKUZAI, GP. MIZU VAN BASTEN di susul pada tahun 2017 & 2018 menghasilkan kucing bergelar grand premier bernama GP. MIZU DHANNY PHANTOM OF DEWANGGA dan GP. MIZU OBAYASHI OF BIM COON.

Mengikut sertakan kucing di kelas premiership merupakan ajang pembelajaran tentang breed standard kucing Maine coon dalam kelas yang paling ringan di  ajang lomba internasional. Tidak ingin berpuashati sampai di sini, Mizu mulai mengikut sertakan kucingnya di kelas kitten bernama GC. MIZU ADHIPUTRA. Melihat Putra berpotensi di kelas kitten pada cat show CFA, Mizu lantas melanjutkan sampai di kelas dewasa / championship dan mendapatkan gelar Grand Champion. Disusul anakan Mizu lainnya memperoleh gelar Grand Champion yang bernama GC. GP. MIZU COSMOBOY OF MIKUCOON, GC. MIZU TACHINA DELLIZIA dan yang baru saja mendapat gelar Grand Champion adalah GC. MIZU PRINCE ZULFIKAR. Sehingga di akhir tahun 2018 lalu Mizu menghasilkan 10 anakan grand dan membawa Mizu Cattery dengan status gelar CATTERY OF DISTINCION TIER 1.

“Memilih konsisten untuk memelihara Maine coon sebagai kucing ras besardi dunia menjadi komitmen Mizu ketika terjun di Cat Fancy. Dengan konsistensi yang mereka jalani member kesempatan untuk lebih focus belajar dan terus mengevaluasi hasil anakan Maine coon yang terukur dari ajang lomba. Seperti air yang merupakan nama cattery kami dalam bahasa Jepang (MIZU), kami menjalankan cattery dengan program breeding dan show secara mengalir. Kami tidak memberi target untuk pencapaian prestasi tertentu. Karena kebahagiaan, kesejahteraan dan kesehatan menjadi prioritas kami,” tegas Indra.

Kucing Maine Coon

“Dengan mengevaluasi hasil breeding kami, terkadang kami merasa memiliki anak yang sehat dan sesuai acuan standard asosiasi yang diinginkan sudah cukup bagi kami. Kami juga selalu bersyukur dengan keberadaan para breeder dan teman-teman yang memberi dukungan untuk mengikut sertakan kucing kami di ajanglomba, tutur Fadly.

Mizu Cattery memiliki konsep rumah dimana kucing tinggal bersama pemiliknya. Beberapa memiliki ruangan khusus dan yang lainnya berkeliling bebas di dalam rumah. Ada yang bermain di rak TV, meja komputer, bahkan tidur bersama kami. Tidak ada perawatan khusus dalam pemeliharaan kucing-kucing kami. Memandikan secara rutin untuk perawatan dan memandikan secara intensif untuk kucing yang ikut lomba. Kami menangani sendiri proses kelahiran dan menempatkan induk dan bayi baru lahir di kamar tidur bersama kami. Memantau ibu dan bayi kucing selama 24 jam 7 hari berturut-turutsampai para bayi ini tumbuh menjadi kitten-kitten lucu dan sehat. Menunggu sampai proses recovery maksimal induk yang melahirkan sampai masuk program breeding selanjutnya menjadi SOP kami, tegasFadly.

Sampai saat ini Mizu masih fokus di kucing ras Maine coon. 2017 lalu sempat memiliki kucing ras lain hanya untuk sebatas ajang lomba. Diantaranya Sphynx dan Abyssinian yang diikutsertakan lomba sampai memperoleh gelar cukup tinggi di CFA yaitu GC. BWI. Gollum Cat Aragorn (Sphynx) dan GC. DW. BWI. Orlandove Jimmy (Abyssinian). Namun Mizu masih ingin berfokus pada kucing Maine coon agar dapat mencetak anakan kucing Maine coon yang lebih berkualitas dari generasi ke generasi.

Perkembangan kucing Maine coon di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Munculnya pecinta Maine coon baru yang membawakucing Maine coon dengan blood line baru (terutama impor) menambah khasanah perkembangan kucing Maine coon Indonesia. Munculnya asosisasi-asosiasi baru di Indonesia juga memperkaya acuan standard kucing Maine coon yang lebih bervariasi .

Kami berharap para pemilik atau pun breeder  kucing maine coon di Indonesia terus berkarya untuk menghasilkan anakan-anakan yang sehat, bahagia dan mendekati acuan standard asosiasi yang diikuti. Terus bergabung di ajang lomba internasional merupakan satu media untuk belajar dan terus mengevaluasi hasil program breeding kita, kompak Fadly dan Indra menuturkan. (Habib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *