Peristiwa

Opening IIPE 2018 Suguhkan Tari Anjali dari Bali

Opening Indonesia International Pet Expo dibuka dengan tarian Puspanjali berasal dari kata puspa (bunga) dan anjali (sambutan penghormatan) merupakan tari penyambutan untuk para tamu kehormatan. Tari ini dipentaskan oleh sekelompok penari putri dengan jumlah penari antara 5-7 orang dengan membawa bokoran (piring tradisional) yang berisi aneka kuntum bunga harum. Tari Puspanjalai menampilkan gerak-gerak lembut lemah gemulai yang dipadukan dengan gerak-gerak ritmis yang dinamis.

Tarian ini banyak mengambil inspirasi dari gerakan tarian Rejang, dan menggambarkan sejumlah gadis yang dengan penuh rasa hormat menyongsong kedatangan para tamu yang datang ke pulau mereka. Tari ini diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya (penata tari) dan I Nyoman Windha (penata tabuh pengiring) pada tahun 1989. Dalam acara-acara besar tertentu, misalnya pertemuan sejumlah duta besar atau konferensi tinggi di Bali, tari Puspanjali dijadikan sebagai tari pembuka acara.

Dalam pembukaan yang disambut oleh I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, mengungkapkan, “Melalui acara IIPE ini diharapkan kita lebih peka lagi terhadap isu-isu yang sedang terjadi, seperti yang baru terjadi beberapa waktu lalu ketika anjing dijadikan bahan makanan, padahal kita tahu anjing bukan untuk panganan, namun hewan kesayangan manusia.”

 

Sementara Brigjen Pol. Wahyudi Hidayat, Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, melihat IIPE 2018 sebagai salah satu peninjang devisa negara, “acara ini sangat bagus dalam meningkatkan devisa negara, bisa kita lihat dari peserta luar negeri yg ikut berpartisipasi memeriahkan acara ini serta memperkenalkan pariwisata indonesia pada dunia luar.”

Didit Siswodwiatmoko, Direktur Temali 

Selaku tuan rumah tentu IIPE juga memiliki target-target tertentu yang ingin dicapai pada ajang kali ini, seperti diutarakan oleh Didit Siswodwiatmoko, Direktur Temali.

“Target yang ingin dicapi melalui IIPE ini adalah bagaimana IIPE bisa menjadi ajang dengam taraf internasional, meski banyak pameran serupa tapi kita ingin lebih go internasional, bisa dilihat pada IIPE 2018 ini sudah banyak peserta dari luar yang ikut berpartisipasi, itu artinya melalui ajang ini bukan hanya mendatangkan pengunjung saja tapi juga mendatangkan bisnisnya,” ungkap Didit.

 

 

 

Antusias pengunjung IIPE yang membludak 

Setiap booth ramai diserbu pengunjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *