Profil

Pencinta Kucing Yang Hobi Traveling

Tanti pemilik akun @gorgeosusmoless di Instagram ini sudah akrab dengan para anabul (anak berbulu) sejak dirinya kecil. Semuanya bermula ketika dirinya pulang sekolah dan merasa kasihan melihat anak kucing di jalan, tanpa pikir panjang dirinya langsung membawanya pulang.

Ternyata hal baik ini juga menular kepada orang tuanya, suatu pagi ketika Ayahnya berolahraga melihat 2 ekor kucing kecil bermotif hitam putih  di dalam kardus.

“mereka di dalam dus terbuka  dan kena panas matahari, teriak-teriak gitu akhirnya sama papaku dibawa pulang dikasih susu, tapi sayang salah satunya mati, alhamdulilah yang satu lagi selamat dan sudah 10 tahun bersama kami,” ujarnya sumringah.

“Abah” itulah kucing tertua yang telah dipelihara Tanti, diberi nama abah karena kucing jantan ini ternyata memiliki janggut seperti manusia.
Saat ini Tanti sudah mnegadopsi 3 ekor kucing, termasuk kucing kuning yang direscue oleh ketua ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indoneisa) drh. Ira Irawati.
Redaksi Cat&Dog juga membantu mencarikan adopter untuk si kuning, hingga akhirnya Tanti lah yang menjadi adopternya.
Apalagi Tanti mengakui jika si Kuning ini, merupakan kucing yang paling manja

“Si Kuning ini selalu ada di depan kamarku dari pagi sampe malam, udah kaya jagain aku hehe, apalagi Kuning suka tiba-tiba menjatuhkan badannya di kaki aku, terus minta diusel-usel, kalau digendong, dengkurannya kenceng banget, haha!”

Tanti yang juga hobi traveling ini mengaku, jika kucing-kucingnya ditinggal dalam waktu yang agak lama, biasanya kucingnya akan ‘ngambek’ bahkan bisa stress.

“Kucingku yang nomor 2, bulu-bulunya suka rontok saat aku tinggal dalam rentan waktu yanga lama, namun akan kembali tumbuh saat aku kembali pulang,” jelasnya.

Selain itu kucing-kucing Tanti suka sekali ikut makan atau memasang muka memelas ketika Tanti memakan sesuatu.

“Ada kejadian lucu belum lama ini ketika aku sedang masak, nah kucing aky yang nomor 2 nungguin dibawah kompor sambil  berharap aku kasih makanan, namun saat aku coba masukkam ikan ke dalam minyak panas, lah kucingnya malah kabur, mungkin dia kaget dengar suara minyak panas.”

Lain lagi dengan si Abah, menurut pengakuan Tanti kucing tertua ini suka sekali. Atau suka menggaruk-garuk sofa di rumahnya, sebagai penanda daerah teritorialnya.


“Pernah ditengah malam, rumahku dimasuki oleh kucing liar,  lewat genteng seperti mencari-cari makanan, karena berisik dan bertengkar dengan kucingku, terpaksa aku semprot dengan air dari selang, namun jadinya malah aku yang dikejar-kejar kucingku sendiri, gara-gara misahin mereka yang bertengkar heheh,” ujarnya seraya terkekah menceritakan pengalaman tersebut.

Sebagai pencinta kucing, Tanti sangat tidak habis pikir jika mendengar atau tidak sengaja membaca berita ada hewan yang disika oleh manusia, karena tidak tega terkadang Tanti tidak sanggung membaca atau melihat videonya.

Menurutnya manusia dan mahluk hidup lainnya saling berdampingan untuk saling menjaga dan menyayangi. Jadi penyiksaaan terhadap mahluk lainnya sunggug diluar nalar akal sehatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *