PUSKESWAN DI MALUKU MASIH LANGKA

Tinggal jauh dari pusat kota di wilayah Indonesia Bagian Timur dan minim PUSKESWAN (Pusat Kesehatan Hewan) tak melunturkan kasih sayangnya dalam merawat anak-anak berbulu yang Ia miliki.

Kecintaanya pada kucing bermula ketika Novi merasa iba melihat seekor kucing jantan dibuang oleh tetangganya. “Saat dibuang, kucingnya masih kecil banget, jalannya pun pincang aku tidak tahu induknya di mana, dan jadi kashian, Itu bukan pertama kalinya aku liat tetanggaku ngebuang kucing. Pernah sekali waktu aku melihat mereka melempar kucing seperti melempar batu.” Ujar Novi.

Saat membawanya pulang, Novi sempat ditegur oleh orang tuanya, karena khawatir jika kucing yang dibawa akan membuang kotoran sembarangan. “Meski awalnya orangtuaku tidak setuju, tapi ya tetep saja aku carikan tempat tidur kucingnya di dapur. Lama-kelamaan, orang tua pun jadi sayang sama kucingnya dan kini diberi nama Rocky.”

Minimnya Fasilitas Kesehatan di tempat tinggalnya Maluku, tidak serta merta mengurangi kasih sayangnya dalam merawat kucing


Kemudian selang waktu berjalan, makin banyak kucing yang dia adopsi dan dia rawat di rumah, “Tiga bulan setelah memelihara Rocky, kami punya satu kucing lagi, namanya Erika. Si Erika ini kucing betina yang dibawa sama Ibu, kata Ibu aku, beliau ketemu si Erika di selokan dekat mesjid saat mau balik ke rumah setelah sholat subuh.”

Novi dan keluarganya pun merawat kedua kucing tersebut hingga besar dan berkembang biak “Erika dan Rocky memiliki 3 ekor anak, namun hanya 2 yang berhasil hidup dan diberi Febi, Fera,” tutur Novi.

Novi sendiri tidak tahu pasti berapa banyak kucing yang pernah dirawat, “Kalo diitung-itung, udah banyak banget kucingnya, Kak. Aku sampe lupa nama-namanya. Kadang juga bingung sendiri, kucing yang ini ibunya yang mana, anaknya yang mana.”

Memiliki hewan kesayangan sebagai teman, tak ubahnya seperti hiburan geratis yang bisa Ia nikmati, “Melihat Rocky dan yang lainnya bermain berlarian kesana kemari, lompat-lompat, membuat aku merasa terhibur dan menularkan kasih sayang ini kepada orangtuaku.”

Bukan hanya tingkah lucu  yang diberikan oleh kucing-kucingnya, Novi juga sempat dibuat gelisah oleh Rocky lantaran pernah menghilang selama berbulan-bulan. “Kami sekeluarga mikirnya dia udah ilang dan meninggal. Jadinya sempet sedih, ngerasa kehilangan banget. Ternyata beberapa bulan kemudian, dia balik lagi. Bener-bener kaget, karna saat dia hilang beberapa bulan lalu tuh, kami udah cari-cari ke semua tempat. Jadi yang tadinya sedih karna kehilangan, aku jadi ngerasa seneng karna dia udah balik.  Aku curiganya si Rocky ini diambil sama orang, terus dibawa ke tempat jauh, tapi kurang tau juga, aku tanya Rocky cuma mengeong saja, hehe.”

Para mahluk manja nan berbulu itu pun sempat maenjadi saksi hidup, naik-turun perekonomian keluarganya, tepat setahun lalu keluarganya mengalami krisis hingga hanya sanggup makan dengan lauk ikan masa karing, tak jarang hanya menyantap bubur, namun ditengah keterbatasan Ibunya masih ingat dan berusaha bertanggung jawab untuk terus merawat kucing yang mereka miliki.

“Kita tidak bisa beli makan buat mereka, jadi ya, ikan jatah makan ayah sama ibu aku dikasih ke kucing tiap hari. Mereka cuma makan nasi gitu aja dicampur air panas, terus kata mama “Gapapa mama cuma makan nasi, biar ikannya buat kucing aja, ini kucing-kucing kalo gak dikasih makan, nanti mereka cari makan di luar, takut udah gak mau balik lagi. Kita juga udah niat pelihara dari awal, jadi harus bisa jagain” aku sangat terharu melihat apa yang Ibu lakukan.” Ungkap Novi yang kini memiliki 12 ekor kucing di rumahnya.

Banyaknya kucing yang dimiliki, dituturkan Novi, karena ketidaktahuannya mengenai sterilisasi (untuk betina) dan kastarsi (untuk jantan). “Aku sebenernya masih belum terlalu paham disteril, yang aku lakuakan hanya pelihara dan mewarwat saja, sempat kucing aku sakit, dan bingung mau gimana di sini cari-cari dokter hewan susah, terus ke klinik hewan juga kadang seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di sini,” tegas Novi yang tinggal di Kecamatan Pulau,  bagian Selatan Ternate.

Diakuinya sangat sulit mendapatkan fasilitas kesehatan untuk hewan bahkan petshop pun sangat jarang, PUSKESWAN (Pusat Kesehatan Hewan) baru ada di Maluku Utara di Kabupaten Halut, bisa dikatan jauh dari Ternate. “Harapan aku semoga makin banyak fasilitas kesehatan untuk hewan di daerahku, agar para penyang hewan seperti aku bisa memberikan layanan kesehattan terbaik ketika hewan kesayangannya sakit.” (Vira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *