Profil

RUMAH KUCING PARUNG

Rumah Kucing Parung berdiri pada tahun 2014, berbekal rasa simpati dan kasih sayang terhadap kucing-kucing terlantar, Dita Agusta beserta keluarganya bahu membahu menolong dan merawat kucing-kucing yang tak bertuan.

“Awal mula saya merescue 30 ekor kucing, tapi akhirnya saya sekeluarga sepakat untuk memberikan tempat tinggal untuk kucing-kucing yang memang butuh tempat yang aman,” ungkap Dita.

Itu semua Dita lakukan karena dirinya memang penyayang hewan sejak kecil dan memberikan perhatian khusus terhadap kucing liar. Berbeda dengan di luar negeri yang sangat menjaga dan mengasihi meski hanya seekor kucing liar. Namun di Indonesia sering kali masih kita temukan kasus-kasus penyiksaan terhadap binatang.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Rumah Kucing Parung selain merescue juga memberikan bakti sosial untuk sterilisasi setiap dua bulan sekali atau menyesuakikan jadwal dokter yang ikut berpartisipasi.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 150 ekor kucing telah Dita rescue, pernah juga Dita harus keluar masuk kebun saat ingin merescue kucing liar. “Kucing liar memang cenderung galak, entah trauma pada manusia atau tidak nyaman berinteraksi dengan orang baru, acap kali resiko tergigit sudah menjadi hal yang biasa untuk saya, namun saat berhasil menyelamatkannya, semua perjuangan itu terbayar,” tuturnya.

Lebih jauh Dita mengungkapkan, perlunya  pendekatan secara perlahan untuk menangani kucing liar. Sebagai pancingan biasanya Dita memberi makan kucing-kucing liar yang menjadi target rescuenya, namun jika menemui kendal yang lebih serius, seperti kucing tersebut terluka dan butuh pertolongan dengan segera agar tidak terjadi infeksi dan dibawa ke klinik.

Dita Agusta

“Untuk masalah biaya, itu urusan belakangan yang terpenting kucingnya bisa diselamatkan terlebih dulu, terkadang kita juge bekerja sama dengan Vet yang tidak komersil,” ucapnya.

Kucing rescue yang terluka biasaya merupakan dari korban tabrak lari atau memang akibat dari ulah manusia. Dengan begitu banyaknya pengalaman meresvue kucing jalanan, tentu Dita juga memiliki kisah mendalam dari salah satunya.

“Saat itu saya mendapat laporan kali di daerah Gadog, ada kucing yang kakinya mulai membusuk dan berkeliaran disekitaran gedung diklat, setelah saya telusuri ternyat kucing ini tadinya berpemilik namun karena kakinya membusuk, sayangnya kucing tersebut tidak diijinkan masuk rumah lagi.”

Mendengar info tersebut, Dita langsung bergegas menuju lokasi mengendari motor, meski saat itu cuaca sedang hujan deras, kemudian menyelamatkan kucing tersebut dengan mengamputasinya disebuah Vet. Dita bahkan sempatkan memberikan nama ‘Ayang’ pada kucing itu, karena ternyata banyak yang sayang pada, jenis mix tersebut.

“Ayang selalu mempunyai kebiasaan mengikuti selalu mengikuti kemanapun saya pergi, dan Ayang tidak pernah rewel sama sekali, hingga Ayang meninggalpun Dia berada dipangkuan saya,” kata Dita dengan mata sembab.

Untuk saat ini karena sudah banyak sekali kucing direscue, dalam sebulannya Dita membutuhkan 20-25 sak dry food, 70 kg kepala ayam. Biaya operasionalnya dibantu oleh para donatur yang ikhlas berbagi rezekinya untuk kucing-kuicng yang ada Rumah Kucing Parung.

Hal baik yang dilakukan Dita selama ini juga membawa pengaruh positif  ke lingkungan sekitarnya. Terbukti dengan banyaknya anak-anak muda yang tinggal di sekitar rumahnya kini memiliki kesadaran untuk lebih menyayangi dan melindungi kucing-kuicng liar. Salah satu yang kini terlihat langsung mereka sudah mulai mau memberi sebagain makanannnya untuk dibagikan kepada kucing. (Vira)

Alamat Rumah Kucing Parung :

Jl. Pasir Naga, RT/RW 001/07 Kelurahan:Pabuaran, Kec: Kemang Parung-Baogor.

Contact Person : 0813-1110-7489 (Dita Agusta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *