TIPS MEMBERI MAKAN KUCING SESUSAI UMURNYA!

Jangan asal memberi kucing makanan. Faktanya, kucing memang membutuhkan nutrisi makanan yang tepat untuk tumbuh dengan sehat. Tak hanya itu, jenis makanan dan kondisi kucing juga perlu diperhatikan.

Memilih makanan yang tepat tentu tak lepas dari nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing. Kurang nutrisi membuat kucing malnutrisi. Kelebihan nutrisi pun bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Setidaknya, ada 7 Nutrisi  yang perlu tersedia dalam makanan kucing, yaitu air, protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.

Air merupakan nutrisi yang sangat penting apalagi penurunan 10 persen cairan dalam tubuh kucing dapat menyebabkan penyakit serius. Sementara kekurangan 15 persen cairan bisa berakibat fatal bagi kucing, yaitu kematian. Makanan kucing bisa membantu menyuplai sedikit air. Kelembapan makanan kering (dry food) sekitar 10 persen, sedangkan makanan basah (wet food) mencapai 78 persen.

Untuk pembentukan sel, pertumbuhan badan, reproduksi, dan perbaikan sel, jaringan, dan organ tubuh yang rusak, protein yang memegang peran utama. Sumber protein cukup banyak, baik berupa protein hewani atau pun nabati. Namun, kucing tidak bisa mencerna protein nabati dengan optimal. Sumber protein hewani untuk kucing di antaranya telur, ayam, kalkun, domba, atau pun daging sapi. Perlu diperhatikan, jangan memberikan telur dalam keadaan mentah karena kandungan avidin yang berperan sebagai anti-vitamin yang bisa mengganggu metabolisme glukosa, lemak, dan asam amino.

Protein dibentuk oleh bahan dasar berupa asam amino. Menurut jenisnya, asam amino dibedakan menjadi dua macam, yaitu asam amino esensial dan non-esensial. Asam amino esensial tidak dapat dibuat sendiri dalam tubuh sehingga harus disuplai dari makanan, sedangkan asam amino non-esensial dapat disintesis dalam tubuh. Asam amino esensial di antaranya metionin, arginin, lisin, isoleusin, histidin, triptofan, valin, fenilalanin, dan taurin.

Untuk penyediaan energi bagi jaringan tubuh, kucing membutuhkan karbohidrat. Pasokan energi ini penting untuk aktivitas hidup kecing, menjalankan fungsi reproduksi, dan mengenergi organ penting, termasuk otak.

Lemak berperan penting dalam pembentukan struktur sel dan produksi beberapa hormon. Selain itu, lemak juga dibutuhkan untuk penyerapan dan pemanfaatan vitamin yang larut dalam lemak dan memberikan perlindungan bagi organ internal hewan. Sebagaimana protein, lemak juga terbagi menjadi lemak esensial dan nonesensial. Kekurangan lemak esensial mengakibatkan perlambatan pertumbuhan dan peningkatan masalah kulit. Beberapa contoh asam lemak esensial di antaranya asam linoleat, asam arakidonat, dan asam lemak omega 6. Asam arakidonat dan omega 6 sangat penting untuk memelihara bulu dan kulit serta menjaga fungsi ginjal dan reproduksi. Sementara asam lemak omega 3 dan 6 berperan penting menyembuhkan peradangan atau inflamasi.

Meskipun tidak begitu penting dalam diet kucing, keberadaan sedikit serat baik bagi usus dan sistem pencernaan untuk mencegah sembelit. Beberapa seratakan terfermentasi dalam pencernaan dan mendorong pertumbuhan flora usus yang sehat.

Berilah kucing makanan sesuai dengan umur dan kebutuhannya

Vitamin berfungsi sebagai katalis reaksi enzim sehingga keberadaan sejumlah kecil vitamin akan berperan penting agar metabolisme berjalan normal. Meskipun bermanfaat, pemberian vitamin perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Suplemen vitamin tambahan diberikan hanya jika dokter hewan mengatakan bahwa sang kucing kekurangan jenis vitamin tertentu. Kelebihan vitamin lebih terlihat dampaknya dibandingkan kekurangan vitamin. Pasalnya,bisa menyebabkan keracunan. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan nyeri tulang dan sendi, kerapuhan tulang, serta pengapuran sendi dan jaringan lunak.

Adapun mineral merupakan nutrisi yang tidak dapat disintesis dalam tubuh. Secara umum, mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi serta menjaga keseimbangan dan reaksi berbagai proses metabolisme. Dalam tubuhnya, kucing membutuhkan mineral sepert kalsium, fosfor, magnesium, potasium, sodium dan klorida, zat besi, tembaga, mangan, seng, yodium dan selenium.

Bertambah usia, berubah pula kebutuhan makanannya!

Bicara soal kebutuhan makanan kucing, jenis yang diberikan bisa berubah-ubah, tergantung umur dan kondisi kucing bersangkutan. Hal ini terkait dengan kebutuhan kalori berdasarkan berat badan dan kondisi kucing seperti pada gambar.

Makanan untuk  anak kucing di bawah 1 tahun (kitten)

Makanan yang dikonsumsi anak kucing sejak lahir hingga berumur 8 minggu anak yaitu susu dari induknya (diet lacteal). Selanjutnya, anak kucing mulai dikenalkan secara bertahap kepada makanan mulai umur 7 minggu, pada proses penyapihan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kucing dapat diberi makanan pada umur 3 – 4 minggu. Alasannya, pada umur tersebut, sistem pertahanan tubuh anak kucing mulai berkembang. Anak kucing sangat membutuhkan banyak protein, lemak dan kalori untuk mendukung kecepatan pertumbuhannya.

Di bawah umur 1 tahun, sistem pencernaan anak kucing masih belum bekerja secara sempurna. Oleh sebab itu, sebaiknya anak kucing diberi makanan yang halus. Makanan bisa direndam terlebih dahulu dengan air hangat, lalu dihancurkan dan dihaluskan. Setelah berumur 2 – 3 bulan, kadar air dalam makanan kucing dapat dikurangi secara bertahap hingga kucing dapat makan dengan makanan kering sepenuhnya.

Pada minggu pertama setelah penyapihan, makanan yang diberikan sebaiknya sama dengan makanan yang diberikan saat proses penyapihan. Jika ingin memberikan makanan baru, sebaiknya berikan sebanyak 10% dari makanan yang lama.Tambahkan proporsinya sebanyak 10% setiap hari sampai kucing dapat memakan makanan baru seluruhnya. Hal ini berguna untuk mencegah diare.

Makanan untuk kucing dewasa di atas 1 tahun

Berbeda dengan anak kucing, kucing dewasa memerlukan makanan dengan nutrisi cukup dan seimbang. Dengan berat sekitar 4 – 5 kg, kucing dewasa membutuhkan energi dari makanan sekira 300 kalori. Biasanya, setiap hari kucing makan sekitar 2% dari berat badannya. Jika berat kucing 5 kg, makanan yang diperlukan sekitar 2% x 5 kg yaitu sekitar 100 g/hari.

Makanan kucing komersial yang di banyak jual di pet shop biasanya sudah tersedia berdasarkan umur dan kondisi kucing. Perhatikan pH dan kandungan mineral makanan agar kucing terhindar dari gangguan pada saluran urinari.

Makanan untuk kucing hamil dan menyusui

Kucing hamil membutuhkan makanan berprotein tinggi dan vitamin yang cukup. Biasanya, kucing akan makan lebih banyak pada tahap akhir kebuntingan. Sedikit tetapi lebih sering bisa diterapkan pada pemberian makanan jika kucing tidak dapat memakan makanan dalam satu waktu sekaligus. Kebutuhan kalsium pada kucing menyusui akan meningkat sehingga suplemen makanan, misalnya kalsium, perlu diberikan pada kucing menyusui.

Makanan untuk kucing tua

Disebabkan tidak seaktif ketika masih muda, kucing tua menggunakan lebih sedikit energi. Kucing tua juga memerlukan makanan khusus untuk membantu kerja sistem pencernaannya.

Makanan untuk kucing sakit dan kegemukan

Pada kasus kucing kegemukan atau kucing sakit, makanan yang sesuai dengan diet khusus perlu disesuaikan dengan rekomendasi dokter hewanr. Untuk kegemukan, meskipun dapat menurunkan berat badan, makanan hendaknya tetap bergizi dan membuat kucing merasa kenyang. Kandungan karbohidrat dalam makanan kucing hendaknya jangan berlebihan,  tidak tidak lebih dari 10 – 15%. Jika terjadi alergi akibat makanan, temukan segera penyebab alergi dengan cara food-elimination trial (uji coba dengan makanan) di bawah pengawasan dokter hewan. (Meri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *