TRIK MENGENALKAN MAKANAN PADA KITTEN!

Apakah pet lovers sering mendengar kata ‘sapih’? Tahukah pet lovers makna dari kata ‘sapih’ tersebut? Kata ‘sapih’ bukanlah kesalahan penulisan untuk ‘sapi’ yang kita semua ketahui sebagai hewan sapi yang mengahasilkan susu. Sapih merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan pemisahan anak dari induknya. Istilah tersebut umumnya diberlakukan pada hewan mamalia yaitu hewan yang menyusui anaknya, seperti kucing, anjing, sapi, dll.

Kegiatan menyapih secara alamiah dilakukan oleh induk dengan cara menghentikan pemberian susu pada anak. Tujuannya adalah agar Sang Anak dapat mulai belajar dan terbiasa untuk hidup mandiri dimulai dari makanan yang dikonsumsinya tidak lagi bergantung pada Sang Induk.

Penyapihan anak biasanya dilakukan pada usia-usia tertentu dimana anak dirasa telah siap untuk mandiri. Pada kucing, penyapihan dapat dilakukan pada usia 30 hari setelah kelahiran (Turner 2000). Namun, tidak semua kitten dapat disapih pada usia 30 hari, seringkali kitten baru dapat disapih setelah berusia 2 bulan atau bahkan lebih sehingga idealnya penyapihan kitten dilakukan setelah kitten berusia 2 bulan.

Penyapihan di waktu yang salah dapat menyebabkan masalah pencernaan pada kitten. Hal ini dikarenakan, pada usia yang terlalu dini, sistem pencernaan kitten hanya mampu mencerna susu sehingga pemberian makanan selain susu dapat menyebabkan kitten menjadi diare, malnutrisi, hingga kematian karena enzim pencernaan pada kitten belum mampu mencerna makanan selain susu.

Dalam penyapihan perlu diperhatikan bahwa kitten tidak sepenuhnya dipisahkan dari induk. Kitten hanya mengurangi konsumsi susu induk secara bertahap. Selama penyapihan, kitten masih memerlukan susu dari induk namun intensitas atau jumlahnya dikurangi secara bertahap dan digantikan dengan makanan kucing yang basah maupun kering. Pada kitten yang tidak berinduk susu induk yang diberikan dapat diganti dengan susu kucing yang dijual di pasaran dan perlu diingat bahwa pemberian susu manusia ataupun susu sapi tidak disarankan untuk kitten karena kandungan nutrisi yang tidak mencukupi untuk kitten.

Penyapihan pada kitten tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba dengan memberikan makanan kucing pada kitten. Kitten yang selama ini terbiasa menghisap susu dari induk tidak akan mengenali makanan baru apalagi bila makanan tersebut merupakan makanan kering yang diletakkan dalam wadah sehingga tahap pertama yang diperlukan adalah mengajari kitten untuk bisa minum dari wadah. Pengenalan minum dilakukan pertama kali dikarenakan selama ini kitten hanya mengenal makanan berupa cairan (susu induk). Selain itu, pengenalan minum ini penting agar kitten terbiasa dengan minuman selain susu dan mempermudah pengajaran makan dengan menggunakan wadah.

Pengenalan minuman sebaiknya menggunakan susu kucing yang hangat. Susu kucing yang menyerupai susu induk akan lebih mudah dikenali dan diterima oleh kitten. Susu pun tidak boleh terlalu panas karena dapat menyakiti lidah kitten sementara susu yang terlalu dingin sebaiknya tidak diberikan karena kemampuan metabolisme tubuh kitten yang masih terbatas sehingga pemberian makanan dan minuman dalam keadaan dingin dapat berbahaya untuk kondisi tubuh kitten itu sendiri. Selanjutnya, susu diberikan dalam wadah yang cukup ceper untuk memudahkan kitten menjilat susu.

Apabila kitten tidak juga menjilati susu, cat lovers dapat mencelupkan jari pada susu dan membiarkan kitten menghisap jari tersebut layaknya menghisap susu dari induk. Lakukan hal tersebut selama beberapa kali hingga kitten mengenali rasa dari susu kucing kemudian secara perlahan arahkan jari mendekati wadah ketika kitten hendak menghisap susu dari jari. Hal ini perlu dilakukan berkali-kali dan penuh kesabaran hingga kitten akhirnya bisa meminum susu dari wadah.

Cat lovers juga tidak perlu kaget apabila selama minum kitten seringkali terbatuk-batuk. Hal ini dikarenakan kitten belum mengetahui cara minum dengan dijilat sehingga kitten akan mencelupkan seluruh mulutnya pada wadah minuman yang menyebabkan minuman juga masuk ke hidung. Dalam kondisi seperti ini, cat lovers perlu membantu kitten dengan membersihkan hidung kitten yang kemasukkan minuman.

Langkah selanjutnya adalah pengenalan makanan kucing pada kitten. Apabila kitten sudah terbiasa minum susu ataupun air dari wadah, pengenalan makanan sudah dapat dilakukan. Makanan kucing yang sebaiknya diberikan pertama kali adalah makanan basahkarena teksturnya yang lebih lembut dan mudah dimakan oleh kitten serta memiliki aroma yang lebih memikat dibandingkan dengan makanan kering. Makanan basah ini pun haruslah yang khusus untuk kitten karena memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kemampuan cerna dari kitten  dan tekstur yang lebih lembut sesuai dengan kemampuan mengunyah dari kitten.

Selanjutnya makanan basah diberikan dalam jumlah sedikit terlebih dahulu dan ditempatkan di tepi wadah makanan. Hal ini dikarenakan kitten belum terbiasa dengan jumlah porsi makanan yang terlalu banyak sehingga akan mengagetkan kitten yang berujung pada kitten tidak mau mencobanya. Selain itu, pemberian dalam jumlah sedikit juga dapat mencegah penyisaan makanan oleh kitten. Makanan yang sudah cukup lama dibiarkan di luar sebaiknya tidak lagi diberikan pada kitten karena sudah tercemar kuman-kuman serta sudah mengalami pembusukkan. Pemberian di tepi wadah ditujukan agar kitten mudah menjangkau makanan.

Apabila kitten tidak mau memakan makanan basah tersebut, lakukanlah hal yang sama seperti memberikan susu pertama kali yaitu mengenalkannya pada kitten dengan jari atau sendok kemudian perlahan mengarahkannya pada wadah.

Setelah kitten telah terbiasa makan makanan basah, pengenalan terhadap makanan kering dapat dilakukan. Langkah awal pengenalan adalah dengan mencampurkan makanan kering (khusus kitten juga) dengan makanan basah yang biasa dimakan kitten. Jumlah yang diberikan adalah makanan basah 75% atau ¾ dari jumlah makan biasa dan makanan kering 25% atau ¼ dari jumlah makan biasa. Setelah 2-3 hari, jumlah makanan kering dapat ditambah sehingga jumlah makanan basah menjadi 50% atau ½ dari jumlah makan dan jumlah makanan kering juga 50%. Setelah 2-3 hari selanjutnya, jumlah makanan kering dapat dinaikkan menjadi 75% dan jumlah makan basah dikurangi hingga 25%. Setelah 2-3 hari kemudian, kitten dapat diberikan makanan kering secara keseluruhan. (Stephany)

Sumber :

Turner D C and Bateson P. 2000. The Domestic Cat : the Biology of Its Behavior. Cambridge (USA) : Cambridge University Press.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *