Kesehatan Kucing

Waspada Penyakit Panleukopenia

Panleukopenia merupakan penyakit yang sering menyerang kucing, terutama pada kitten karena memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah apalagi jika belum di vaksin, penyakit ini disebabkan oleh virus, masa inkubasi biasanya berlangsung selama dua minggu.

Drh. Galuh Indro Dewantoro, menerangkan bahwa penularan panleukopenia sangat mudah, bisa melalui lingkungan, tempat makan atau minum yang dipakai bersamaan, kotoran dan juga muntahannya, bisa juga lewat interaksi dari sesama kucimg, “misal kucing dewasa yang terinfeksi tapi memiliki daya tahan yang bagus, kemudian berinteraksi dengan kitten yang belum divaksin serta memiliki daya tahan tubuh yang lemah maka kemungkinan, si kitten akan tertular” ungkap Galuh.

Pada kitten (usia dibawah 6 bulan) yang terserang panleukopenia biasanya belum menunjukkan ciri yang signifikan, “kucing akan berlaku aktif seperti biasa namun beberapa jam kemudian bisa saja ditemukan dalam keadaan tidak berdaya,” jelas Galuh.

Namun ada gejala lain yang bisa dilihat seperti, nafsu makan berkurang, muntah, diare, flu sampai dia kejang, “Nah kalau sudah kejang, biasanya agak sulit untuk sembuh,” Paparnya.

Pada kitten persentase harapan hidup untuk bisa survive sekitar 30%, untuk itulah pentingnya vaksinasi sejak dini sebagai langkah awal pencegahan, karena pada usia dua bulan antibodi maternal kucing sudah mulai menurun yang menyebabkan virus dan penyakit lainnya mudah menyerang.

Drh. Galuh Indro Dewantoro

“Vaksin diperlukan tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, karena vaksin merupakan virus yang dilemahkan untuk memberikan antibodi,” terang Galuh.

Petlovers drh. Galuh juga menerangakan selain untuk pencegaham awal, bisa juga dengan memberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, “ini bisa diberikan pada kucing yang berusia dibawah 2 bulan, yang memang belum masuk masa vaksin atau bisa juga sudah pernah divaksin namun daya tubuhnya sedang tidak bagus”

Pencegahan memang dirasa jalan terbaik karena panleukopenia merupakan penyakit paling berbahaya dan sulit untuk diobati, maka drh. Galuh menyarankan kepada petlovers untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan kesayangannya dengan cara pemberian nutrisi yang baik,seperti vitamin C, curcuma, vitamin B complex, vitamin A, mineral lain yang dibutuhkan, serta pemberian antibiotik.

Panleukopenia dapat juga dikatakan sebagai penyakit musiman, “apalagi memasuki musim hujan seperti saat ini, kasus panelukopenia sedang tinggi, dibuktikan banyaknya pasien yang datang dengan diganosa positif panlekopenia setelah dilakukan pengujian pembanding dan sebaiknya dirawat inap agar mendapat penanganan yang maksimal” tegasnya.

Meski begitu, sejauh ini belum ada laporan mengenai penularan panleukopenia terhadap manusia, tapi penyebara ke kucing lain memang relatif sangat cepat, “misalkan disuatu rumah pernah ada satu kucing yang terkena panleukopenia, otomatis ada virus yang mengendap disitu dan sewaktu-waktu bisa menyebabkan kucing lain terjangkit juga, jika daya tahan tubuhnya sedang lemah, maka jika ingin memelihara kucing, sebaiknya peliharan kucing yang sudah divaksin, minimal sudah 1 atau 2 kali vaksin,” Saran Galuh.

Petlovers jangan membandingkan kucing jalanan dengan kucing yang dipelihara dirumah, kucing jalanan sudah beradaptasi dengan lingkungannya sehingga daya tahan tubuhnya lebih bagus dengan kucing rumahan, itulah pentingnya vaksin.

Perlu juga diperhatikan pemberian lysine yang merupakan golongan dalam kategori asam amino, sangat cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Di musim hujan seperti ini Petlovers juga harus lebih khawatir jika kucing kesayangannya terutama kitten mulai menunjukkan gejala kurang nafsu makan, sebaiknya cepat diperiksakan ke dokter hewan, karena bukan hanya manusia yang imunnya turun ketika musim penghujan datang, kucingpun demikian.

Mengingat penyebaran panleukopenia yang sangat cepat, maka sebelum terlambat ditangani sebaiknya cepat diperiksakan ke dokter hewan terdekat. “Untuk kucing dewasa yang memiliki daya tahan tubuh bagus mungkin masih bisa bertahan selama satu minggu, namun untuk kitten jarang sekali ada yang bisa bertahan, biasanya tidak sampai sehari kucing tersebut bisa mati” Paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *