Webinar Majalah Cat & Dog Bahas Alergi Makanan dan Pubertas (Tonton Videonya di Sini)

Webinar Majalah Cat & Dog Bahas Alergi Makanan dan Pubertas

Hari  Sabtu 7 November 2020  pukul 09.00-11.00 WIB (10.00-12.00 WITA) majalah Cat & Dog menyelenggarakan webinar nasional dengan tema “Agar Catty & Doggy Sehat Saat Pandemi dan Musim Berganti”. Webinar diikuti oleh 47 peserta melalui zoom dan 75 peserta melalui youtube. Dari data yang terdaftar, peserta berasal dari kalangan pet lover, pemilik petshop, kalangan dokter hewan, dinas peternakan, perguruan tinggi dan masyarakat umum dari berbagai kota di Indonesia. Webinar seri pertama ini menghadirkan 2 narasumber dari Makassar yaitu Drh. Sri Deniati (Praktisi hewan kecil) dan Hartarto Akhmad, S.kh, keduanya dari Makassar .

Drh Sri Deniati membawakan topik “ Cara Gampang Tangani Alergi dan AFR (Adverse Food Reaction) perwakilan dari Zoo Klinik Makassar”, sedangkan Hartarto Akhmad, S.kh, membawakan topik “ “Siklus Reproduksi dan Pubertas Pada Anjing dan Kucing ”.

Acara webinar dipandu oleh Moderator Drh Rakhmat Nuriyanto MBA (Ketua Umum ASOHI 2010-2015) dan Co Moderator  Bambang Suharno ( Direktur Utama PT Gallus Indonesia Utama ).

Acara diawali sambutan dari Pemimpin Umum majalah Cat & Dog sekaligus Direktur PT Gallus Indonesia Utama, Bambang Suharno. Ia menjelaskan, Majalah Cat & Dog diterbitkan oleh PT Gallus Indonesia Utama, yang juga menerbitkan Majalah Infovet dan Majalah Info Akuakultur , derta memiliki divisi Penerbit buku Gita Pustaka, Gita Organizer (EO) dan Gita Consultant.    PT Gallus Inonesia Utama merupakan perusahaan yang didirikan Asosiasi Obat Hewan Indinesia ( ASOHI ), dimana Drh. Rakhmat Nuriyanto, MBA merupakan salah satu Penasehat dari ASOHI.

Materi Pertama dibawakan oleh Drh. Sri Deniati, Praktisi Hewan Kecil yang mengelola Zoo Klinik Makassar, juga aktif sebagai Kontributor beberapa event dari kegiatan Majalah Cat & Dog dan Majalah Infovet.

Ia menjelaskan mengenai alergi akibat konsumsi makanan  bisa berasal dari bahan daging sapi, susu dan gandum, sebanyak 68 persen pada Anjing,  sedangkan bahan makanan dari Domba, Ayam, telur ayam sebesar 25 persen .  Dampak makanan berbahan daging Sapi, Susu, dan Ikan  pengaruhnya  pada Kucing sebesar 80 persen.

Menurut drh Sri hal penting yang perlu diperhatikan oleh PetLover agar terhindar dari alergi adalah :

  1. Jangan Mengganti makanan Sembarangan
  2. Hindari makanan pemicu AFR, seperti Bawang, Kacang, Coklat, Kopi, Tea, dan Kemiri.
  3. Beberapa mineral yang berpotensi Foodborn Disease.
  4. Perhatikan komposisi nilai Gizi Pakan.
  5. Grooming rutin, Obat Cacing, Obat Kutu dan Vaksinasi.
  6. Tangani Alergi segera mungkin.
  7. Jika terjadi Reaksi Alergi pada Pergantian Pakan, kembali ke Pakan awal.
  8. Jika terjadi Muntah dan Diare segera bawa ke Dokter Hewan.
  9. Berikan Multivitamin yang sesuai.

Materi Webinar kedua dibawakan oleh Hartarto Akhmad, S.kh.  Calon Dokter Hewan yang banyak berprestasi di bidang Non Profesi, seperti dunia Modelling dan Entertain lainnya.

Topik yang dibahas adalah “Siklus Reproduksi dan Pubertas Pada Anjing dan Kucing ”.

Siklus Reproduksi merupakan kejadian biologis yang berlangsung sambung-menyambung sehingga terlahir generasi baru dari makhluk hidup sebelumnya.     Jika siklus ini terpotong  dapat mengakibatkan kepunahan.

Faktor Lingkungan sangat mempengaruhi proses reproduksi. Contoh di lingkungan ada gangguan penyakit yang memepengaruhi kesehatan hewan.

Faktor kedua adalah Genetik dari Hewan, dimana faktor keturunan ini diwariskan. Sehingga kita jumpai ada hewan yang mudah mendapatkan keturunan, ada pula yang sulit.   Faktor lain yang berpengaruh adalah, fisiologi, dan faktor hormonal.

Pubertas terjadi adanya lonjakan hormonal dari hewan.  Biasanya pubertas ditandai, pada hewan Jantan terlihat adanya ereksi dan ejakulasi.  Sedangkan pada Betina, ditandai adanya proses Birahi,  yang menandakan hewantersebut sedang mengalami ovulasi.

Faktor penyebab Pubertas adalah Keturunan, Iklim, Lingkungan dan Makanan yang dikonsumsi.

Dari kuesioner yang dibagikan penyelenggara ke peserta, secara umum peserta antusias menyambut webinar ini karena topiknya cocok untuk situasi saat ini yakni musim pancaroba dan juga saat pandemi covid-19. Selain itu narasumbernya menguasai materi yang dibawakan. Para peserta mengusulkan agar acara webinar dilakukan secara rutin dengan bermacam topik antara lain grooming mandiri, penyakit kulit pada anjing dan kucing, penyakit diare pada hewan kesayangan, cara menangani hewan terlantar , penyakit zoonosis dan sebagainya.

Untuk mengetahui rekaman webinar angkatan pertama ini, silakan klik video youtube  berikur ini

.***

Dwijo/bams

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *