Apakah Kucing Bisa Merasa Sedih Saat Pemiliknya Meninggal? Menyingkap Sisi Emosional Sang Anabul. Kehilangan orang tersayang adalah momen yang berat bagi manusia. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana perasaan hewan peliharaan kita, khususnya kucing, ketika pemiliknya pergi untuk selamanya?
Selama ini, kucing sering kali dicap sebagai hewan yang soliter, cuek, dan mandiri—berbeda dengan anjing yang ekspresif. Namun, benarkah kucing tidak peduli? Apakah kucing bisa merasa sedih saat pemiliknya meninggal?
Jawabannya adalah ya, kucing bisa merasa sedih, berduka, dan mengalami stres berat ketika kehilangan pemiliknya. Meskipun cara mereka mengekspresikan kesedihan berbeda dari manusia atau anjing, ikatan emosional antara kucing dan pemiliknya sangatlah nyata.
Bagaimana Kucing Memahami Kematian?
Kucing mungkin tidak memahami konsep “kematian” secara filosofis seperti manusia. Namun, mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, hilangnya rutinitas, dan hilangnya aroma orang yang paling dekat dengan mereka.
Kucing adalah hewan yang sangat bergantung pada rutinitas dan teritorial. Ketika pemiliknya meninggal, beberapa hal ini terjadi pada persepsi kucing:
-
Kehilangan Ikatan Aroma (Aroma Bond): Kucing mengenali pemiliknya sebagian besar melalui bau. Ketika aroma khas pemiliknya mulai memudar dari rumah, kucing akan menyadari adanya kekosongan yang besar.
-
Perubahan Rutinitas yang Drastis: Jam makan, waktu bermain, dan suara langkah kaki yang biasa mereka dengar tiba-tiba hilang. Perubahan ini memicu kecemasan (separation anxiety).
-
Menyerap Emosi Lingkungan: Kucing adalah hewan yang empati. Mereka bisa merasakan kesedihan, tangisan, dan ketegangan dari anggota keluarga lain yang sedang berduka.

Tanda-Tanda Kucing Sedang Berduka dan Stres
Karena kucing tidak bisa menangis dengan air mata seperti manusia, mereka menunjukkan kesedihan lewat perubahan perilaku. Berikut adalah beberapa gejala depresi atau rasa duka pada kucing yang perlu diwaspadai:
1. Perubahan Nafsu Makan yang Drastis
Salah satu tanda paling umum kucing sedang stres atau sedih adalah menolak makanan. Kehilangan nafsu makan (anorexia) pada kucing sangat berbahaya jika dibiarkan lebih dari 24–48 jam karena bisa memicu penyakit hepatic lipidosis (fatty liver).
2. Terus Menerus Mencari dan Mengeong (Vokalisasi Berlebih)
Kucing sering kali akan berjalan mengelilingi rumah, mendatangi tempat-tempat favorit pemiliknya (seperti tempat tidur atau kursi kerja), dan mengeong dengan nada yang lirih atau meratap (mournful meowing). Mereka sedang memanggil pemiliknya yang hilang.
3. Menjadi Sangat Jauh atau Justru Terlalu Manja
Perubahan kepribadian bisa terjadi secara ekstrem:
-
Menarik diri: Kucing yang tadinya ceria tiba-tiba bersembunyi di bawah tempat tidur atau di dalam lemari dan menolak berinteraksi.
-
Sangat lekat (Clingy): Kucing menjadi sangat takut kehilangan lagi, sehingga mereka terus menempel pada anggota keluarga yang tersisa.
4. Tidur Berlebihan dan Kelesuan (Lethargy)
Kucing memang suka tidur, tetapi kucing yang depresi akan tidur jauh lebih lama dari biasanya dan terlihat tidak bertenaga serta kehilangan minat pada mainan favoritnya.
5. Mengabaikan Perawatan Diri (Poor Grooming)
Kucing yang sehat sangat rajin membersihkan dirinya. Sebaliknya, kucing yang sedang berduka sering kali berhenti melakukan grooming, sehingga bulunya terlihat kusam, kusut, dan tidak terawat.
Apa yang Dikatakan oleh Sains dan Penelitian?

Sebuah studi penting yang diterbitkan dalam jurnal Animals oleh para peneliti dari Oakland University melakukan survei terhadap para pemilik hewan peliharaan yang kehilangan salah satu hewannya. Hasil studi menunjukkan bahwa kucing menunjukkan perilaku berduka yang serupa dengan anjing, seperti mencari perhatian lebih, bermain lebih sedikit, dan mengalami penurunan nafsu makan.
Selain itu, penelitian dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA) dalam Companion Animal Mourning Project menemukan bahwa 65% kucing menunjukkan setidaknya empat perubahan perilaku setelah kehilangan rekan (baik hewan lain atau pemiliknya).
Cara Membantu Kucing yang Kehilangan Pemiliknya
Jika Anda sedang merawat kucing yang ditinggalkan oleh pemiliknya yang wafat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghibur dan memulihkan kondisi psikologis sang anabul:
-
Pertahankan Rutinitas: Usahakan memberi makan, membersihkan litter box, dan mengajak bermain pada jam yang sama seperti yang biasa dilakukan pemilik sebelumnya.
-
Berikan Barang Peninggalan Pemilik: Letakkan baju, selimut, atau kain yang masih memiliki aroma khas pemiliknya di tempat tidur kucing. Aroma ini memberikan rasa aman yang instan bagi mereka.
-
Berikan Perhatian Ekstra (Tanpa Memaksa): Luangkan waktu untuk mengelus dan berbicara lembut kepadanya. Namun, jika kucing memilih bersembunyi, biarkan saja dan jangan dipaksa keluar. Berikan mereka ruang untuk memproses emosinya.
-
Gunakan Pheromone Sintetis: Anda bisa menggunakan diffuser atau semprotan feromon sintetis khusus kucing (seperti Feliway) untuk membantu menenangkan kecemasan mereka di dalam rumah.
-
Konsultasi ke Dokter Hewan: Jika kucing menolak makan selama lebih dari dua hari atau menunjukkan tanda-tapan penyakit fisik akibat stres, segera bawa ke dokter hewan. Dokter mungkin akan memberikan stimulan nafsu makan atau suplemen penenang.
Kesimpulan
Kucing bukanlah makhluk yang tidak berperasaan. Mereka memiliki kapasitas emosional yang kaya untuk merasakan kehilangan dan kedukaan. Ketika pemiliknya meninggal, dunia mereka ikut berubah. Dengan memberikan cinta, kesabaran, dan waktu, kita bisa membantu para anabul melewati masa-masa sulit ini hingga mereka bisa kembali ceria.
Daftar Pustaka
Berikut adalah referensi ilmiah dan otoritatif yang mendukung pembahasan di atas:
-
Bollinger, J., & Vonk, J. (2024). Mourning in Companion Animals: Changes in Cat Behavior Following the Loss of a Caregiver or Companion. Animals, 14(3), 412.
-
American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA). Companion Animal Mourning Project. ASPCA Behavioral Scientific Reports.
-
Horwitz, D., & Landsberg, G. (2021). Separation Anxiety and Grieving in Cats. VCA Animal Hospitals Manual.
-
Bradshaw, J. (2013). Cat Sense: How the New Feline Science Can Make You a Better Friend to Your Pet. Basic Books.
-
International Cat Care (iCatCare). Stress in Cats: How to Recognize and Manage Feline Anxiety. Diakses pada 2026.

