Feline Chlamydia, Bagaimana Cara Mengatasinya?- Feline Chlamydia adalah salah satu penyebab utama infeksi saluran pernapasan atas pada kucing (sering disebut sebagai bagian dari Feline Respiratory Disease Complex). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia felis. Meskipun sering dianggap sebagai “flu kucing” biasa, Chlamydia memiliki karakteristik unik yang membutuhkan penanganan medis spesifik.
Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai Feline Chlamydia, mulai dari patofisiologi hingga manajemen jangka panjang.

1. Memahami Agen Penyebab: Chlamydia felis
Berbeda dengan virus seperti Feline Herpesvirus atau Calicivirus, Chlamydia adalah bakteri gram-negatif yang bersifat intraseluler obligat. Artinya, bakteri ini harus hidup di dalam sel inang untuk bereplikasi.
Bakteri ini memiliki afinitas (ketertarikan) yang tinggi terhadap sel-sel epitel konjungtiva (selaput mata) dan terkadang sel epitel saluran pernapasan serta saluran reproduksi. Karena ia adalah bakteri, kabar baiknya adalah infeksi ini dapat diobati dengan antibiotik, tidak seperti virus yang hanya bergantung pada sistem imun.
2. Gejala Klinis: Apa yang Harus Diwaspadai?
Gejala biasanya muncul 3 hingga 10 hari setelah terpapar. Ciri khas Chlamydia adalah masalah pada mata yang dominan.
Fase Awal (Konjungtivitis)
-
Mata Berair: Awalnya muncul cairan bening dari satu mata, yang kemudian menyebar ke kedua mata.
-
Pembengkakan (Chemosis): Selaput mata (konjungtiva) menjadi merah, meradang, dan membengkak hingga terkadang menutupi sebagian bola mata.
-
Kotoran Mata Mukopurulen: Cairan bening berubah menjadi kental, lengket, berwarna kuning atau kehijauan.
Fase Lanjutan (Sistemik)
-
Rhinitis: Bersin-bersin dan keluarnya lendir dari hidung.
-
Demam Ringan: Kucing mungkin terasa lebih panas dari biasanya.
-
Kelesuan: Penurunan aktivitas dan nafsu makan karena rasa tidak nyaman di area wajah.
-
Batuk: Meski jarang, pada kasus berat bakteri bisa mencapai paru-paru (pneumonia).
3. Cara Penularan: Mengapa Begitu Cepat Menyebar?
Penularan Chlamydia felis membutuhkan kontak yang sangat dekat. Bakteri ini tidak dapat bertahan lama di lingkungan terbuka (biasanya mati dalam hitungan jam).
-
Kontak Langsung: Sentuhan antar kucing (saling menjilat, tidur bersama).
-
Cairan Tubuh: Droplet dari bersin atau lelehan mata yang terkena kucing lain.
-
Induk ke Anak: Induk yang terinfeksi dapat menularkan bakteri ke anak kucing selama proses kelahiran atau saat menyusui.
-
Fomites (Jarang): Melalui tempat makan atau sisir, meskipun kemungkinannya kecil jika tidak segera digunakan bergantian.
4. Diagnosa Medis oleh Dokter Hewan
Sebelum memulai pengobatan, diagnosa yang tepat sangat penting untuk membedakannya dari infeksi virus.
-
Pemeriksaan Fisik: Dokter melihat karakteristik pembengkakan mata.
-
Sitologi Konjungtiva: Mengambil sampel sel mata untuk dilihat di bawah mikroskop guna mencari “badan inklusi” bakteri.
-
PCR (Polymerase Chain Reaction): Ini adalah metode paling akurat untuk mendeteksi DNA bakteri Chlamydia felis dari swab mata atau tenggorokan.
5. Protokol Pengobatan Lengkap
Pengobatan Chlamydia tidak bisa dilakukan secara instan. Bakteri ini “licik” dan bisa bersembunyi di dalam sel, sehingga pengobatan seringkali harus dilanjutkan bahkan setelah gejala fisik hilang.
A. Antibiotik Utama
Antibiotik golongan Tetrasiklin, khususnya Doxycycline, adalah standar emas.
-
Durasi: Biasanya minimal 21 hingga 28 hari. Menghentikan obat terlalu cepat berisiko menyebabkan relaps (kambuh) atau resistensi bakteri.
-
Catatan: Pada anak kucing, Doxycycline harus digunakan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi permanen. Dokter mungkin akan menggantinya dengan jenis Amoxicillin-Clavulanate meskipun efektivitasnya sedikit di bawah Doxycycline.
B. Pengobatan Topikal
Tetes mata atau salep yang mengandung Oxytetracycline atau Erythromycin diberikan untuk mengurangi rasa sakit di mata dan membunuh bakteri secara lokal.
C. Manajemen Nyeri dan Nutrisi
-
Nebulisasi: Menguap kucing dengan cairan NaCl membantu mengencerkan lendir di hidung.
-
Peningkat Nafsu Makan: Karena hidung tersumbat, kucing tidak bisa mencium bau makanan. Berikan makanan dengan bau tajam (seperti tuna atau hati ayam) yang dihaluskan.
6. Manajemen Lingkungan dan Isolasi
Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing, manajemen lingkungan menjadi krusial:
-
Isolasi Total: Kucing yang sakit harus ditempatkan di ruangan terpisah selama minimal 2 minggu pengobatan.
-
Obati Semua Kucing: Jika dalam satu koloni banyak yang menunjukkan gejala, seringkali dokter hewan menyarankan untuk mengobati semua kucing secara bersamaan karena kemungkinan besar mereka semua sudah membawa bakteri tersebut (carrier).
-
Disinfeksi: Gunakan cairan pemutih (bleach) yang diencerkan (rasio 1:32) untuk membersihkan lantai dan kandang. Bakteri ini mudah mati dengan disinfektan umum.
7. Pencegahan Melalui Vaksinasi
Vaksin Chlamydia tersedia, namun biasanya dikategorikan sebagai “Non-Core Vaccine” (vaksin tambahan), bukan vaksin wajib seperti Panleukopenia.
-
Kapan dibutuhkan? Sangat disarankan untuk kucing yang tinggal di cattery, shelter, atau rumah dengan banyak kucing (multi-cat household).
-
Fungsi: Vaksin tidak memberikan kekebalan mutlak (kucing masih bisa tertular), tetapi akan sangat mengurangi keparahan gejala sehingga kucing lebih cepat sembuh dan tidak menderita komplikasi berat.
8. Risiko Zoonosis (Menular ke Manusia)
Meskipun jarang, Chlamydia felis dapat menular ke manusia dan menyebabkan konjungtivitis (mata merah).
-
Kelompok Berisiko: Pemilik kucing yang membersihkan mata kucing tanpa mencuci tangan, atau anak-anak yang wajahnya sering menempel pada kucing sakit.
-
Pencegahan: Gunakan sarung tangan saat mengobati mata kucing dan selalu cuci tangan dengan sabun setelah berinteraksi dengan kucing yang sedang dalam masa pengobatan.
9. Komplikasi Jika Tidak Diobati
Membiarkan Chlamydia tanpa pengobatan medis dapat menyebabkan:
-
Kebutaan atau Kerusakan Kornea: Peradangan kronis dapat menyebabkan luka permanen pada permukaan mata.
-
Infertilitas: Pada kucing betina, bakteri ini terkadang dapat menyebar ke saluran reproduksi dan menyebabkan kesulitan hamil atau keguguran.
-
Pneumonia: Infeksi turun ke paru-paru, yang bisa berakibat fatal terutama pada anak kucing (kitten).
Kesimpulan
Mengatasi Feline Chlamydia memerlukan kesabaran dan konsistensi. Kunci keberhasilannya terletak pada pemberian antibiotik yang tuntas sesuai instruksi dokter hewan dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan penanganan yang cepat, tingkat kesembuhan kucing sangatlah tinggi.
Chlamydia merupakan suatu mikroorganisme antara bakteri dan virus. Dinding selnya menyerupai bakteri, berkembang biak dengan pembelahan dan bersifat obligat intraseluler, serta bersifat gram positif yang dapat menyebabkan penyakit pada berbagai hewan termasuk dapat menginfeksi manusia (zoonosis).
Chlamydia sangat berbahaya pada kucing mikroorganisme ini memiliki siklus hidup yang unik dan menyebabkan peradangan dari ringan sampai berat pada hewan dan manusia. Serta menginfeksi kucing sebagai inang, Feline Chlamydia tersebar di lingkungan, terutama di tempat yang mempunyai populasi kucing padat dan tingkat kebersihan yang rendah. mikrorganisme ini utamanya menginfeksi pada konjungtiva mata, namun dapat pula menyebar melalui pembuluh darah dan menginfeksi organ lainnya.
Penularan dapat melalui udara, kotoran, kontak langsung dengan kucing penderita. Penularan Feline Chlamydia dapat terjadi secara horizontal baik langsung atau tidak langsung. Pada kucing, penularan secara langsung dapat terjadi antara induk dengan anak pada saat induk menyusui anaknya. Kebanyakan penderita yaitu Feline Chlamydia kucing berumur 2 minggu hingga 6 bulan. Pada saat itu, antibodi dari induk mulai menurun fungsinya, tetapi antibodi dari dalam tubuh belum sempurna. Kondisi ini menyebabkan kitten mudah terserang Feline Chlamydia.
Gejala Klinis Feline Chlamydia, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Gejala klinis yang ditemukan akan muncul 2-5 hari setelah infeksi adalah demam dan nafsu makan berkurang (anoreksia). Setelah dua minggu, bakteri dapat ditemukan dalam air liur. Infeksi Feline Chlamydia dapat menyebabkan diare, gangguan pernafasan, bengkak pada bagian mata konjungtiva (konjungtivitis) sehingga terlihat merah dan banyak kotoran pada mata kucing, hal tersebut dinamakan Pink Eye, diikuti dengan saluran nafas yang terganggu sehingga kucing akan mulai bersin, batuk, dan mengeluarkan cairan (nasal discharge). Pada kitten gejala ini dapat berkembang menjadi radang paru-paru (pneumonia) dan mematikan bila tidak ditangani, enteritis, hepatitis dan splenitis kadang juga terjadi.
Feline Chlamydia menetap dalam limpa dan dapat diekskresikan melalui kotoran (feses). Kucing yang sudah terinfeksi sejak kecil dapat menunjukkan gejala diare atau bisa juga tidak menunjukkan gejala sakit, tetapi dapat berperan sebagai agen pembawa penyakit dan menjadi sumber penularan bagi burung dan juga dapat merupakan sumber penularan ke manusia yang ada di sekitarnya.

Adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk melakukan perwatan pada kucing yang menderita Feline Chlamydia adalah dimulai dengan menggunakan alat pengaman diri (APD) seperti sarung tangan karet, masker, dan kacamata dalam setiap berkontak dengan kucing penderita, serta selalu mengganti atau melepas APD dan mencuci tangan dengan sabun sebelum berkontak dengan kucing lain. Selanjutnya untuk mencegah Feline Chlamydia menular ke kucing lainnya, ketika ada kucing yang memperlihatkan gejala sakit perlu dipisahkan dengan kucing lainnya. Benda-benda yang kontak dengan kucing penderita seperti kotak pasir, tempat pakan dan minum, kandang dapat menjadi sumber penularan. Sehingga penting untuk melakukan desinfeksi benda yang kontak langsung dengan kucing penderita secara rutin.
Segera Konsultasi deng Dokter Hewan
Selanjutnya dapat segera berkonsultasi dengan dokter hewan terkait dengan terapi yang akan diberikan baik terapi antimikroba maupun cairan. Pengobatan pada kucing penderita berdasarkan resep dokter perlu diberikan sesuai instruksi dokter. Pengobatan dapat mengurangi kematian tetapi tidak dapat memusnahkan Feline Chlamydia di dalam tubuh, sehingga kucing yang telah terjangkit akan dapat berpotensi menjadi agen pembawa Feline Chlamydia, hal tersebut disebabkan infeksi Feline Chlamydia terjadi secara intraselular.
Kemudian berikan pakan yang teksturnya lembut, baunya menyengat karena akan sangat membantu untuk meningkatkan nafsu makan. Jika perlu dapat disuapi oleh cat lovers. Untuk kitten pastikan mendapatkan nutrisi yang cukup dari susu induk, jika induk tidak mau menyusui berikan susu pengganti. Selain itu, pemilik juga bisa menjaga agar mata tidak tertutup kotoran dengan mengompres mata dengan air hangat dan diusap lembut. Kucing yang sakit lebih suka tidur di tempat yang hangat dan nyaman. Selain memberikan alas di kandang, bisa juga memberikan lampu di kandang. Pastikan tidak terlalu panas. Untuk mencegah infeksi Feline Chlamydia dapat dilakukan Vaksinasi pada kucing, sangat dianjurkan dilakukan mulai usia 2 bulan, dikarenakan pada saat waktu tersebut vaksin dibutuhkan sebagai pemicu munculnya daya imunitas tubuh yang dapat melindungi kucing dari infeksi Feline Chlamydia. (Malik)
REFERENSI:
- Anonim 2004. Information Live by: Chlamydia. Washington: American Society Health Association.
- Direktur Kesehatan Hewan, 2014. Manual Penyakit Hewan . Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Bina Produksi Peternakan, Departemen Pertanian RI, Jakarta Indonesia.Manual Penyakit Unggas 110
- Greene, C. 2012 Infectious disease of dogs and cats 4th edition.. Missouri: Elsevier Inc.
- Plumb DC 1999. Veterinary Drug Handbook 3rd Edition. Iowa State University Press Ames.
- Sykes JE.2014. Canine and Feline Infectious Disease. Missouri : Elsevier
- Quinn PJ, Markey BK, Carter ME, Donnelly WJC, Leonard FC and Maghire D 2002. Veterinary Microbiology and Microbial Disease. Blackwell Science Ltd. Australia.



Saya mempunyai 2 ekor anak kucing yang matanya sakit. Kucing bernama merra/tutu, seperti ada selaput tebal yang menutupi kedua matanya.
Sedangkan merro/duduk mata sebelah kiri berwarna merah dan berselaput.
Adakah kiranya yang dpt membantu pengobatan untuk kedua anak kucing ini. Karena saya belum mampu untuk mengobati kedua anak kucing ini, saya kasihan kalau smpai buta.
Trima kasih
Itha
087889911022 (WA)