National Seminar Indonesia Pet Industry Outlook 2026 JI-Expo Kemayoran 28 November 2025

National Seminar Indonesia Pet Industry Outlook 2026 bertema “Innovation, Competition, and Collaboration in Pet Industri 2026,  digelar di ruang Seminar di Hall B Ji-Expo Kemayoran, Jumat 28 November 2025.  Audiens pet Industri lokal dan regional, antusias menimak .
Sebelumnya, ruang ini  juga menggelar seminar tentang Poultry and Livestock Outlook 2026, yang keduanya dipersempahkan oleh PT Songolas Exhibition Services yang didukung oleh PT Gallus Indonesia Utama,   melalui Majalah Infovet  dan Majalah Cat&Dog.

Industri hewan kesayangan di Asia terus bergerak dinamis, didorong perubahan gaya hidup, humanisasi hewan, dan meningkatnya kebutuhan nutrisi serta layanan profesional. Hal ini tercermin dari beragam pandangan para pemimpin industri dan otoritas kesehatan hewan.

Drh Baiq Yunita Arisandi, MAP, Ketua Kelompok Substansi Kelembagaan dan Sumberdaya Kesehatan Hewan mewakili Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, menegaskan komitmen pemerintah memperkuat vaksinasi massal, biosekuriti, dan pengawasan lalu lintas hewan. Upaya ini bukan hanya untuk kesehatan ternak, tetapi juga menopang sektor hewan kesayangan yang berkembang pesat di Indonesia.

Dari kancah regional, Mr. Chatchai Lertviwatkul, Vice President of TPIA (Thailand Product Industries Association) melihat Asia sebagai pasar strategis yang tumbuh stabil. Peningkatan pendapatan, permintaan produk premium, dan inovasi nutrisi menjadikan Thailand pusat produksi petfood yang menyasar Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Sejalan dengan itu, Mrs. Kaithlyn Goh , Secretary General of MPAICC (Malaysian Pet & Aquatic Industry Commerce Chamber) Malaysia yang diproyeksikan menjadi hub penting industri pet dan akuakultur. Pertumbuhan didorong urbanisasi, meningkatnya adopsi, serta kebutuhan layanan kesehatan dan grooming berkualitas tinggi.

Dari sisi industri petfood nasional, Evi Chan (PR PPMHKI) menegaskan pergeseran konsumen ke produk premium, fungsional, dan berstandar tinggi. Transparansi bahan, keberlanjutan, dan kekuatan e-commerce menjadi motor utama perubahan pasar.

Sementara itu, Drh Adi Sasmita (Ketua ASPIN) menyoroti masa depan petshop yang bergantung pada digitalisasi, profesionalisme layanan, dan kompetensi SDM. Edukasi pemilik petshop menjadi kunci menuju pasar 2026 yang lebih kompetitif.

Terakhir, Drh Siti Komariyah (Ketua (ADHPHKI) Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia bahwa dokter hewan praktisi menjadi pilar penting pertumbuhan pasar pet care. Layanan klinik yang berkualitas, edukasi preventif, dan kolaborasi lintas sektor memperkuat ekosistem industri secara menyeluruh.

Industri hewan kesayangan Asia bergerak ke arah yang makin profesional, terstandar, dan berfokus pada kesehatan serta kesejahteraan hewan—membuka peluang luas bagi pelaku usaha di tahun-tahun mendatang.

Sekilas Seminar Nasionalnya  dapat disimak link  berikut ini

#PetIndustryAsia #PetCare2026 #PetfoodTrends #PetshopIndonesia #KesehatanHewan #PetMarketOutlook #PPMHKI #ASPIN #VeterinaryCare #PetLifestyle #PetInnovation #PetEconomy #PetAsiaGrowth #PetBusiness

Selengkapnya Seminar  (PART-1 ) dapat disimak pada link berikut ini:

Untuk sambungan dari rekaman ini  dilanjutkan PART-2 berikut ini

Majalah Cat Dog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *