Serba-Serbi

INDHIRA TERBUKTI TIDAK BERSALAH

Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menyatakan keadilan yang diperoleh drh Indhira Kusumawardhani yang diputus pengadilan tidak bersalah merupakan kemenangan seluruh dokter hewan di Indonesia.

“Kemenangan drh Indhira tentunya juga menjadi kemenangan bagi seluruh dokter hewan, dan untuk ke depannya kami berharap agar klien dapat lebih memahami perannya selaku pemilik hewan,” kata juru bicara PDHI, drh Cecep Muhammad Wahyudin, SH, MH, di Jakarta, Minggu.

Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Banten, pekan ini, telah memenangkan Indhira Kusumawardhani, seorang dokter hewan yang dituntut oleh kliennya sebesar Rp1.574.944.000.

Putusan perkara perdata No. 615/Pdt.G/2018/PN.TNG itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Bapak Harry Suptanto, SH.

Indhira dalam kasus itu dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu melakukan malpraktik karena dianggap lalai dengan menyebabkan kematian dalam menangani pasien yaitu hewan peliharaan, seekor anak anjing jenis siberian husky berusia kurang lebih 1 bulan milik Nadhila Utama.

Indhira dianggap telah melanggar ketentuan Pasal 71 UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan; serta Pasal 2, Pasal 18, dan Pasal 19 Kode Etik Dokter Hewan Indonesia.

Namun, menurut koordinator tim kuasa hukum Indhira, yang juga Ketua Umum Organisasi Pengacara Perempuan Indonesia (OPPI), Widad Thalib, SH, MH, di dalam fakta persidangan kuasa hukum drh Indhira yaitu OPPI yang telah ditunjuk oleh PDHI dapat membuktikan bahwa hewan tersebut tidak mati dalam penanganan drh Indhira.

Karena itu, drh Indhira bukan pihak yang harus bertanggung jawab atas kematian hewan tersebut sehingga seluruh tuduhan Nadhila Utama tidak terbukti.

Widad Thalib menjelaskan pada proses pembuktian dalam persidangan, pihak Nadhila Utama sebagai penggugat maupun drh Indhira sebagai tergugat diberikan kesempatan yang sama oleh majelis hakim untuk menghadirkan saksi yang dapat mendukung dalil masing-masing pihak.

Namun, dari seluruh saksi, baik saksi dari pihak Nadhila sebagai penggugat maupun dari pihak drh Indhira sebagai tergugat menyatakan bahwa hewan tersebut tidak mati dalam penanganan drh Indhira.

Bahkan saksi yang dihadirkan oleh penggugat yaitu saksi Suryani Slettanti Dewi menyatakan bahwa pengobatan yang dilakukan oleh drh Indhira selama menangani hewan milik Nadhila sangat baik.

Di samping itu, masing-masing pihak juga menghadirkan ahli, di mana pihak penggugat menghadirkan ahli hukum perdata, dan pihak drh Indhira menghadirkan dua ahli, yaitu ahli di bidang etik dokter hewan yaitu Dr drh RP Agus Lelana, SpMP, M.Si dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dan ahli di bidang praktik kedokteran hewan yaitu Dr drh Setyo Widodo (Vet).

Selain menghadirkan dua ahli di persidangan, tergugat juga menyerahkan alat bukti, antara lain pendapat tertulis dari drh Tatang Cahyono, CVA.

Menurut Cecep Muhammad Wahyudin, atas hasil itu PDHI menyampaikan rasa terima kasih kepada OPPI atas keadilan yang diberikan kepada anggotanya yaitu drh Indhira.

Selama ini, katanya, PDHI juga selalu mengikuti  jalannya persidangan perkara tersebut guna memberikan dukungan kepada drh Indhira, baik berupa bantuan hukum dalam hal menunjuk kuasa hukum serta bantuan moril. (sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *