Profil

Dulu Takut, Sekarang Malah Kepincut!

Dulu takut kucing, bahkan sempat juga dicakar oleh kucing yang makin membuatnya selalu menghindari kucing. Namun semuanya berubah ketika duduk di bangku SMA, Lina Damayanti bertemu dengan seekor kucing lucu kemudian merawatnya, rasa takut dan trauma pada kucing perlahan tergantikan dengan rasa sayang yang begitu mendalam.

 

Youtube Cat & Dog

“Saat SMA aku gak sengaja menemukan anak kucing lucu banget, warnanya putih dengan totol-totol coklat, kemudian aku rawat,” tutur Lina sambil mengusap-usap salah satu kucingnya yang dibiarkan bebas.

Hal yang paling membuatnya terenyuh ketika dirinya pulang kerja dan kucing-kucingnya menghampiri, “Mereka manja sekali, seperti mengajak untuk bermain dan minta untuk diusap-usap hehe mungkin itu cara mereka untuk menghapus lelahku.”

Lina juga pernah sangat terpukul ketika salah satu hewan kesayangannya mati, “dulu salah satu kucing aku yang bernama Owen tiba-tiba mati dengan mulut berbusa setelah pulang main, dugaanku karena diracun,” ungkapnya sendu.

Pernah juga kucingnya mati karena penyakit, “aku sempat dikasih anak anggora usia 2 hari namanya Tommy dia mati karena hipotermia, lalu Ketty dan Komo kalau lahiran anaknya cuma 1 dan selalu mati, sudah 4 yang mati, Keko 1 usia 1 minggu jatuh dari tempat tidur langsung seperti stroke gitu 2 hari kemudian mati,” kenangnya miris.

Lina juga menceritakan mengenai Keko generasi kedua, di usia 2 minggu tiba-tiba terkena diare, susah makan lalu esok harinya mati, begitupun Boni yang mati terkena diare di usia 3 mingguan.

“Ucup yang terakhir! Ucup paling lama bertahan sampai 2 bulan itu pun dari lahir sudah aneh bekas tali pusatnya tidak sembuh-sembuh, saat sembuh lukanya ternyata di dalamnya sudah terinfeksi parah, sampai akhirnya harus di operasi.”

Namun sayangnya Ucup juga harus mati karena tidak tertolong, “Jadi anaknya Ketty yang bertahan cuma Gerry itu pun karna dikawinkan dengan kucing domestik, karena ketika dikawinkan dengan kucing sejenis, anak-anaknya tidak ada yang bertahan.”

Saat mendapat tugas dinas ke luar kota, Lina kadang tidak tega meninggalkan kucing-kucingnya, “terkadang takut kucingnya menjadi stress, kalo untuk pemberian makan aku tidak khawatir, karena bisa dititip ke tetangga makanan yang sudah aku siapin.”

Lina juga berpesan bagi cat lovers yang ingin memelihar kucing, harus bersabar dalam menghadapi tingkah menggemaskan mahluk manja itu, kebersihan serta makanan juga harus diperhatikan dengan baik.

Setidaknya Lina membawa kucingnya untuk grooming empat kali dalam sebulan, tidak lupa memberikan vaksin secara teratur dan juga obat cacing yang rutin diberikan tiga bulan sekali. Jika suatu hari ada orang kucingnya untuk diadopsi dengan spontan Lina berujar “Tidak rela! Hehhe,” tapi jika pun harus, Lina akan memberikannya pada orang yang benar-benar sayang dan telaten dalam merawat kucing.

“Setidaknya luangkanlah waktu untuk bermain dengan kucing, sapa dan coba berbagai cerita dengan mereka, meski mereka tidak mengerti, tapi keberadaan dan kepedulian kita di sisi mereka, pasti bisa dirasakan sebagai bentuk kasih sayang yang mendalam.” (vira)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *