HINDARI BATU GINJAL DENGAN PET FOOD YANG TEPAT

Batu ginjal pada hewan kesayangan acap dikenal dengan istilah urolith. Ditilik secara etimologi, urolith berasal dari Bahasa Yunani, yakni ouron yang memiliki arti urine dan lithos yang artinya adalah batu. Urolith kerap muncul pada hewan kesayangan, khususnya pada kucing. Predisposisi jenis kelamin rupanya memiliki andil besar dalam memengaruhi terbentuknya batu ginjal jenis tertentu. Meski disebut sebagai batu ginjal namun batu ini tidak selalu berada di dalam ginjal saja, malah lebih sering ditemukan pada bagian luar dari organ tersebut, yakni di ureter, kantung kemih dan uretra. Kemudian, ukuran batu ginjal juga beragam, mulai dari bentuk sehalus pasir hingga bentuk batuan yang sangat besar yang dapat mengisi tempat batu ginjal tersebut terbentuk.

Berdasarkan jenis mineral pembentuk urolith, maka batu ginjal dapat dibedakan menjadi: Batu Ginjal Urat; Batu Ginjal Cysteine, Batu Ginjal Struvite dan Batu Ginjal Kalsium. Untuk kasus batu ginjal urat dan batu ginjal cysteine termasuk jarang ditemukan pada hewan kesayangan. Namun untuk Batu Ginjal Struvite dan Batu Ginjal Kalsium,sangat sering ditemukan pada hewan kesayangan, khususnya pada anjing dan kucing.

HINDARI BATU GINJAL DENGAN PET FOOD YANG TEPAT

Batu Ginjal Urat merupakan urolith yang terbentuk akibat penumpukan asam urat yang tinggi pada kucing. Penumpukan ini dikarenakan organ hati mengalami kegagalan saat merombak asam urat untuk kemudian dapat dibuang melalui urin. Apabila kegagalan hati sangat fatal, maka kadar ammonia akan meningkat dan membentuk batu ginjal struvite. Batu ginjal urat juga dapat terjadi akibat adanya infeksi pada saluran kemih serta pemberian pakan yang tinggi akan kandungan purin seperti hati.

Batu Ginjal Cystine diakibatkan oleh kelainan genetik kucing alias bawaan sejak lahir. Nama penyakitnya adalah Cystinuria. Pada kucing normal, asam amino cysteine akan lolos saat disaring di glomerulus ginjal untuk kemudian diserap kembali oleh tubulusproksimal ginjal. Cystinuria adalah suatu kelainan sejak lahir yang menyebabkan adanya cystine, lysine, ornithine, dan arginine pada urine. Pada hewan normal, cystine akan lolos selama proses penyaringan di glomerulus kemudian diserap kembali oleh tubulusproksimal dari ginjal, sementara pada kucing yang menderita cystinuria, asam amino cystine dan juga asam amino ornithine, lysine, dan arginine tidak dapat diserap kembali yang menyebabkan pembentukan batuan. Persentase kejadiannya cukup kecil ditemukan karena hanya ada pada penderita cystinuria saja, seperti misal pada kucing Siamese yang memang sering mengalami kelainan genetic ini.

Dengan pengaturan nutrisi yang tepat, kondisi kelainan genetik ini bisa ditekan, seperti misalkan dengan pengaturan melalui pakan agar urin menjadi basa (pOH di angka 7.5) maka akan sangat membantu mereduksi penumpukan bebatuan cysteine. Atau juga dengan wet pet food yang terpreskripsikan oleh dokter hewan mengandung bahan aktif seperti D-penicillamine (DP) dan 2-mercaptopropionylelycine (2MPG) yang dapat mengubah asam amino cystine menjadi molekul yang lebih mudah larut dan bisa dikeluarkan bersama urine. Hanya saja kedua obat tersebut di atas memiliki beberapa efek samping apabila diberikan secara terus menerus seperti muntah, penurunan jumlah trombosit dan neutrofil, dan demam.

Batu Ginjal Kompleks Magnesium – Ammonium – Fosfat (Struvite) merupakan batu ginjal yang paling sering ditemukan pada kucing berjenis kelamin betina dan pada kucing yang masih berusia relatif muda. Meskipun ras bukan penentu terbentuknya batu ginjal struvite namun memang beberapa jenis kucing sangat rentan dan memiliki peluang cukup tinggi mengalami kasus urolith jenis ini, seperti contoh: Himalayan, Oriental Shorthair, Ragdoll dlsb.

Batu Ginjal Struvite terbentuk pada kondisi urine yang basa. Hal ini terjadi karena pakan kucing yang dikonsumsi biasanya tinggi akan kandungan mineral mangnesium, fosfor, kalsium, klorida, serat, dan protein. Juga biasanya pakan yang dimakan oleh kucing rendah lemak. Pakan konsentrasi magnesium di 0,15-1% dapat memicu terbentuknya struvite ini. Untuk pakan dengan konsentrasi 0,5% magnesium oksida tidak menyebabkan terbentuknya urolith jenis struvite, sementara pemberian pakan yang mengandung 0,5% magnesium klorida dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal struvite. Sehingga penggunaan pakan dengan menyertakan mineral magnesium organik lebih disarankan agar tidak memicu penyakit ini.

Untuk Batu Ginjal Kalsium sebenarnya berkebalikan dari urolith jenis struvite karena batuan kalsium oksalat lebih sering ditemukan pada kucing jantan dan berusia relatif tua. Selain itu, beberapa jenis ras kucing yang memiliki peluang menderita kalsium oksalat cukup tinggi antara lain Persian, Ragdoll, dan Scotish Fold dlsb. Dibanding batuan kalsium fosfat, urolith kalsium oksalat lebih sering ditemukan pada kucing. Kalsium oksalat sendiri terbentuk pada kondisi tubuh dan urine yang asam dengan rentang pH berada di kisaran 5,99-6,15. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi pakan kucing minim fosfor, tinggi kalsium atau vitamin D yang membuat proses pembuangan kalsium menjadi tinggi di urin akibat kerusakan yang terjadi pada tubulus ginjal.

Pakan kucing dengan kadar protein dan air yang relatif tinggi dapat mencegah pembentukan batu kalsium oksalat di ginjal. Selain itu, pakan dengan kadar vitamin B6 yang tinggi juga dapat mencegah terbentuknya batuan ini, dengan syarat bukan fortifikasi berupa suplemen melainkan bahan baku dalam pembuatan pakan kucing memang secara alami mengandung vitamin B6 yang tinggi. Sebab, vitamin B6 dalam bentuk suplemen tidak membantu mencegah urolith jenis ini.

Kucing penderita penyakit urolith menunjukkan gejala urine berdarah, kesakitan saat proses pembuangan air kencing, biasanya sering namun dalam jumlah sedikit-sedikit, hingga tidak mampu urinasi sama sekali. Kira-kira 55-64% kucing yang berusia antara 1-10 tahun dan memiliki penyakit batu ginjal akan menderita inflamasi pada kantung kemihnya. Tes pemeriksaan menggunakan darah tidak selalu dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit urolith sehingga pemeriksaan yang ideal untuk mengetahui adanya batu ginjal pada kucing adalah dengan pemeriksaan urine di klinik atau laboratorium terakreditasi terdekat dengan tempat tinggal pemilik hewan kesayangan. Selain itu, pemeriksaan menggunakan USG juga dapat membantu untuk melihat adanya urolith, hanya saja pemeriksaan jenis ini tidak dapat digunakan untuk membedakan jenis urolith yang diderita kucing.

Nutricell Pet Care hadir sebagai penyedia makanan basah bagi kucing yang terakreditasi GMP serta memiliki NKV untuk semua lini produk wet pet foodnya menawarkan solusi untuk mencegah dan menekan keparahan lebih lanjut dari kondisi urolith yang diderita oleh kucing kesayangan anda, dengan menghadirkan Nutri VetSpecial untuk Urinary Health. VetSpecial Urinary Health memiliki moisture yang relatif tinggi dan persen kadar protein dengan tingkat kecernaan yang baik. Kemudian, produk kami juga menggunakan bahan -bahan baku asli seperti ayam, tuna, salmon, sapi, bebek, dlsb yang tinggi akan multivitamin dan kaya mineral organik alias bukan produk tepung – tepungan, sehingga sangat aman untuk kucing penderita batu ginjal. Bekerjasama dengan perguruan tinggi tersohor dalam negeri untuk memastikan bahwa produk kami diciptakan sesuai dengan kucing dan klimat alami Indonesia. Memiliki derajat keasaman dan kebasaan yang pas sehingga nyaman untuk kucing penderita urolith jenis apapun. Mengandung antioksidan yang tinggi yang membantu meyingkirkan agen-agen oksidan pengganggu tubuh hewan kesayangan anda. Juga dikreasikan dengan standar AAFCO. Dan dengan demikian, kami merekomendasikan produk kami untuk hewan kesayangan anda yang menderita Urolith.

VetSpecial Urinary Health sebagai Solusi Terbaik bagi
Kesehatan Sistem Saluran Ekskresi Urin Kucing Anda

Ir. Genty Maria Raymundus Laras, CSP., CPM., S.Pt., IPM., M.Si.
Pet Food Dietitian, Nutritionist and Health Manager
PT. Nutricell Pet Care