PROSEDUR PENANGANAN KUCING ANJING RESCUE DI KLINIK- WEBINAR BATCH 60 SABTU 8 FEBRUARI 2025

“Prosedur Penanganan Kucing & Anjing Rescue di Klinik”
Sabtu, 8 Februari 2025 | 13.00-15.00 WIB | Zoom & YouTube Livestream

Majalah Cat&Dog sukses menggelar webinar batch ke-60 bertajuk “Prosedur Penanganan Kucing & Anjing Rescue di Klinik” pada Sabtu, 8 Februari 2025. Acara yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan Erika Kusuma Wardani (Owner & Founder Rainbow Sanctuary Indonesia), drh. Rosenna Tiara (Petologi Veterinary Center, Bintaro), serta drh. Warih Nugroho sebagai moderator. Webinar ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter hewan, relawan penyelamat hewan (rescuer), hingga pecinta kucing dan anjing.

Perjalanan Rainbow Sanctuary Indonesia: Dari Terpaksa Menjadi Panggilan Hidup
Sesi pertama diawali dengan kisah inspiratif Erika Kusuma Wardani, yang mengungkap awal mula berdirinya Rainbow Sanctuary Indonesia. Dengan penuh emosi, Erika bercerita bahwa ia awalnya tidak pernah berpikir akan menjadi seorang rescuer. Semua bermula dari masa sulit dalam hidupnya, ketika ia kehilangan keluarga yang sangat dicintainya. Rasa duka dan depresi yang mendalam membuatnya kehilangan arah, hingga seorang sahabat menyarankan untuk memelihara anjing sebagai terapi emosional.

Sejak memelihara anjing pertamanya pada tahun 2017, hatinya mulai tergerak untuk menyelamatkan lebih banyak anjing yang terlantar dan teraniaya. Tak disangka, kegiatan rescuenya berkembang pesat. Kini, Rainbow Sanctuary Indonesia menaungi ratusan anjing dan kucing yang membutuhkan tempat aman. Seiring meningkatnya jumlah hewan yang ia tampung, kebutuhan akan tempat yang lebih luas pun mendesak. Inilah yang melatarbelakangi keputusannya untuk segera memindahkan sanctuary ke Anyer, lokasi yang lebih memadai untuk hewan-hewan yang ia rawat.

Tantangan Penanganan Hewan Rescue di Klinik: Perspektif Praktisi Veteriner
Dalam sesi kedua, drh. Rosenna Tiara, seorang dokter hewan dari Petologi Veterinary Center, Bintaro, berbagi pengalamannya dalam menangani hewan-hewan rescue yang sering kali datang dalam kondisi kritis. Ia menjelaskan bahwa banyak kucing dan anjing jalanan yang mengalami malnutrisi, penyakit kulit parah, infeksi saluran pernapasan, hingga cedera akibat kekerasan. Sebagai mitra Rainbow Sanctuary Indonesia, drh. Tiara kerap menangani kasus-kasus kompleks ini, dengan tujuan agar hewan-hewan tersebut dapat kembali sehat dan menemukan rumah baru.

Ia menyoroti beberapa tantangan utama dalam penanganan hewan rescue di klinik, di antaranya:

Minimnya dana perawatan – Banyak rescuer yang kesulitan membayar biaya pengobatan hewan yang mereka selamatkan.
Kurangnya edukasi masyarakat – Banyak orang belum memahami pentingnya vaksinasi dan sterilisasi untuk mengurangi populasi hewan liar.
Kesulitan mencari adopter yang bertanggung jawab – Tidak semua orang yang tertarik mengadopsi benar-benar siap untuk berkomitmen.
Sesi ini semakin menarik ketika drh. Warih Nugroho, yang juga merupakan pemilik Maira Pet Care di Pelaihari, Kalimantan Selatan, turut berbagi pengalaman. Sebagai dokter hewan di kota kecil, ia mengungkap bahwa banyak orang menitipkan hewan rescue di kliniknya karena tidak mampu membiayai perawatannya. Tidak jarang, hewan-hewan ini akhirnya menjadi tanggung jawabnya sendiri. Kisah-kisah yang ia bagikan membuka mata para peserta webinar mengenai realitas di lapangan, bahwa upaya penyelamatan hewan bukan hanya soal menyelamatkan mereka dari jalanan, tetapi juga memastikan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.

Peran Sponsor: Solusi Praktis untuk Kesehatan Hewan Rescue
Webinar ini juga mendapat dukungan dari Best In Show, yang turut memperkenalkan dua produk unggulannya sebagai solusi kesehatan untuk hewan rescue:

STOP WORM for Cat – Obat cacing yang efektif membasmi parasit internal pada kucing.
BISFRONT Flea and Tick Drops – Produk inovatif untuk mengatasi infestasi kutu dan caplak pada anjing dan kucing.
Kehadiran sponsor ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta webinar, karena produk-produk tersebut sangat relevan dalam menangani hewan rescue yang sering kali datang dalam kondisi penuh parasit dan cacingan.

Antusiasme Peserta & Harapan ke Depan
Sesi diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Banyak yang mengajukan pertanyaan seputar manajemen shelter, biaya perawatan hewan rescue, hingga strategi mencari adopter yang bertanggung jawab. Moderator drh. Warih Nugroho dengan piawai memandu jalannya diskusi sehingga sesi tanya jawab berlangsung efektif dan mendalam.

Di penghujung acara, para pembicara menekankan bahwa penyelamatan hewan bukan hanya tugas para rescuer atau dokter hewan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi masyarakat, dukungan finansial, serta regulasi yang lebih baik sangat dibutuhkan agar kesejahteraan hewan rescue dapat terus meningkat.

.

(DJ)

Majalah Cat Dog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *