Kesehatan Anjing

Pro Kontra Kupir Telinga Anjing

Kupir telingan anjing

Di beberapa negara di Eropa, kupir telinga anjing sudah dilarang secara hukum. Hal ini dilakukan untuk menjaga hak asasi hewan, khususnya pada anjing.

Kupir atau dalam bahasa Inggris cropping ear adalah sebutan untuk pemotongan daun telinga pada anjing. Di negara kangguru Australia, semua anjing tidak boleh di kupir telinganya atau di potong ekor (docking). Jika sampai terjadi, pengupir dan pemiliknya akan dikenakan denda sebesar AUS $ 600.000 dan dipenjara dengan dakwaan menyiksa binatang.

Bagi penggemar anjing yang berdomisili di negara yang sudah melakukan pelarangan kupir, mereka akan mengirim anjingnya ke negara yang tidak melakukan pelarangan kupir untuk menjalankan operasi kupir.

Setelah selesai dikupir, anjing dikirim kembali ke negara asal. Kesulitan baru dihadapi jika organisasi kinologi juga ikut melarang anjing yang dikupir untuk turut serta dalam pameran, apalagi jika juri yang diundang juga menyetujui pelarangan kupir.

Di kalangan penggemar anjing trah, keputusan tersebut sangat disesalkan. Pelarangan kupir menyebabkan populasi anjing yang dikupir menurun dan jumlah peserta pameran anjing trah yang dikupir juga menurun.

Menurut Drh Kenyo Palupi, di Indonesia sendiri belum ada lembaga dan peraturan khusus yang secara langsung menyatakan bahwa kupir telinga anjing dilarang. Kupir telinga boleh dan perlu dilakukan jika menyangkut kepentingan medis.

Contohnya, jika ada infeksi atau tumor pada telinga yang jika tidak dibuang maka bagian yang sakit akan membahayakan anjing tersebut. Namun, jika dilakukan atas dasar kebutuhan estetika semata atau hanya agar sang anjing terlihat bagus dan garang di mata manusia, kupir sebaiknya tidak dilakukan. Terlebih jika anjing merasa stress dan parahnya terjadi infeksi paska-operasi.

Hal-hal tersebut sudah melanggar animal welfare atau kesejahteraan hewan. Menurut UU no 41 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, “Kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.”

“Jika kupir telinga akhirnya menghilangkan bagian tubuh alami hewan tersebut dan mengakibatkan penderitaan maka hal tersebut sudah menyalahi kesejahteraan hewan,” tegas Kenyo.

Agar Tampak Estetis

Trend mengupir telinga anjing di Indonesia terjadi sekitar awal tahun 2000-an. Kupir telinga anjing sudah mulai dilakukan oleh beberapa owner anjing di Indonesia. Trend ini kian menjamur seiring dengan munculnya dog show atau kontes anjing.

Biasanya, kupir anjing dilakukan untuk menambah nilai estetika atau keindahan dari fisik anjing tersebut. Prosedur operasi kupir telinga disebut juga cosmetic surgery atau bedah kosmetik. Dobberman Pinscher, Boxer, American Pit Bull, Great Dane, Boston terrier, dan Giant Schnauzer adalah beberapa anjing yang sering di-kupir telinganya.

Ongkos untuk mengkupir di Indonesia terbilang cukup terjangaku, berkisar 500-700 ribu rupiah, tergantung jenis trah anjing yang hendak dikupir.

Mengupir telinga anjing ternyata memiliki fungsi atau manfaat selama prosedur yang dijalankan sesuai aturan. Berikut beberapa manfaat dari mengupir.

  1. Fungsi kupir yang pertama sudah tentu untuk menambah penampilan agar lebih menarik secara estetis. Biasanya, anjing dengan daun telinga yang terlalu panjang malah membuat anjing tersebut terlihat jelek. Alasan ini yang menjadikan kupir bisa menjadi acuan agar daun telinga anjing bisa lebih bagus dan terlihat tegak. Dengan demikian, kupir juga bisa bertujuan untuk estetika.
  2. Anjing yang memiliki daun telinga terlalu panjang biasanya menyulitkan pada saat pembersihan, terlebih sampai telinga bagian dalam. Anjing yang dikupir biasanya memiliki kondisi dalam telinga yang lebih bersih dan kering sehingga memiliki pendengaran yang lebih baik daripada sebelum dikupir.
  3. Kupir dilakukan pada beberapa trah anjing untuk mempertegas wajah seramnya dan mencegah luka pada telinga jika berkelahi. Seperti Boxer atau Dobermann yang di-breed khusus sebagai anjing penjaga, terlihat lebih seram raut wajahnya jika dikupir. Hal ini akan mempengaruhi psikiologi musuh yang dihadapinya. Anjing aduan atau anjing buru biasanya juga memerlukan kupir untuk mencegah terlukanya atau tergigitnya daun telinga.

Sisi Negatif dan Positif

Kupir telinga anjing jika dilakukan dengan prosedur yang benar dan tepat tidak akan berdampak negatif pada anjing atau tidak akan mengganggu baik pendengaran atau keseimbangannya. Seperti yang sudah dijelaskan, dari sisi medis, kupir telinga akan bermanfaat jika memang terpaksa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit.

Kupir berdampak negatif jika salah prosedur dan perawatan paska-operasinya tidak maksimal. Niat ingin mempercantik penampilan, yang terjadi justru bentuk telinga menjadi tidak beraturan. Hal ini disebabkan hewan terlalu aktif, lalu menggaruk luka setelah operasi yang belum kering sehingga terjadi infeksi.

Terlepas dari itu semua, yang merasakan sakit dan penderitaan adalah sang anjing. Padahal daun telinga yang terkulai pada anjing juga berguna untuk mencegah air masuk ke dalam telinga saat grooming atau bermain air.

Bijak Memutuskan

Mengupir telinga anjing sama halnya ¬membuat tato pada manusia. Perlu dipikirkan dengan matang sebelum memutuskan untuk menupir telingan anjing kesayangan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari jika hasilnya kurang maksimal. Pikirkan kembali apakah kupir memang benar-benar diperlukan untuk anjing kita? Apakah kita berkomitmen juga untuk melakukan perawatan yang maksimal setelah operasi?

Kenyo menghimbau, “Sebaiknya jika tidak ada keperluan medis yang mendesak tidak perlu dilakukan kupir telinga. Kita harus pastikan anjing tidak menggaruk telinganya. Salah satu caranya dengan memasang Elizabeth collar. Kalau pun sudah dipasang collar harus dipastikan anjing tidak berontak dan berusaha melepas collar-nya. Selain itu, pertimbangkan pula usia anjing. Sama halnya dengan tindakan operasi lain. Semakin tua, semakin tinggi risiko operasinya.”

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan jika terlanjur melakukan kupir menurut Drh Kenyo Palupi.

Sebaiknya, pilih dokter hewan yang sudah terpercaya dan berpengalaman. Sebelum melakukan operasi kupir telinga, alangkah baiknya untuk melakukan tes darah CBC (complete blood count) dan kimia darah untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat.

Standar pre-operasi (sebelum operasi) seperti memasang infus dan bius selalu dilakukan. Proses operasinya sederhana, tetapi tetap ada resiko karena cropping dilakukan pada tulang rawan pada daun telinga dan cukup banyak pembuluh darah perifer.

Pastikan yang dihilangkan adalah bagian yang memang terdapat masalah kesehatan. Jadi hanya seperlunya saja. Bagian telinga yang akan dihilangkan dijepit dengan clamp untuk memudahkan penyayatan dan mencegah perdarahan yang berlebihan.

Proses cropping selesai, lalu jahit pada daerah pembuluh darah yang ikut terpotong. Dokter biasanya akan memberikan resep obat minum antibiotik, pain killer sekaligus antiradang (biasanya dari golongan NSAID), dan antibiotic topical. (Aditya Permadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *