Kesehatan Kucing

KENALI NUTIRISI UNTUK KUCINGMU

Nutrisi merupakan salah satu  faktor penting dalam menjaga performa hewan kesayangan. Kucing merupakan hewan kesayangan yang saat ini tengah popular dikalangan petlovers. Sebagai pemilik tentunya kita harus paham nutrisi dasar  yang harus dipenuhi oleh kucingbeserta fungsi dan asalnya. Kebutuhan nutrisi dasar pada kucing secara garis besar adalah Energi, Serat dan Air, yang dapat diperoleh melalui pakan dan minum. Lebih lanjut pakan harus mengandung komponen nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing untuk dimetobolisme, komponen tersebut meliputiKarbohidrat, Lemak, Protein, Vitamin , serta Mineral makro dan mikro.

Karbohidrat merupakan sumber utama dalam mencukupi energi bagi kebanyakan makhluk hidup. Sumber karbohidrat sendiri biasanya berasal tumbuhan berupa tepung atau pati. namun berbeda pada hewan karnivora termasuk kucing, yang mampu beradaptasi walaupun tanpa adanya komponen karbohidrat dalam diet pakan yang diberikan. Hal ini disebabkan karena kucing mampu memaksimalkan proses perombakan lemak dan protein menjadi glukosa yang selanjutnya dapat menjadienergi , proses tersebut lebih dikenal dengan proses glukoneogenesis.

Namun demikian kucing juga masih dapat mencerna karbohidrat hingga 30% dari pakan yang diberikan. Selain sebagai sumberenergi, karbohidrat juga dapat menjadi sumber serat bagi kucing, komponen rantai karbohidrat yang cukup panjang seperti selulosa, tidak mampu dicerna  oleh kucing dan akan membantu memperlancar proses defekasi. Faktanya saat inisebagian besar catfood saat ini mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Pada catfood tipe dry misalnya kandungan karbohidrat hingga 60%, sedangkan pada tipe wet mengandung antara 0% dan 30%.

Lemak juga merupakan komponen yang dapat menjadi sumber energi dengan nilai kalori yang cukup tinggi. Selain itu lemak juga dapatmeningkatkan palatabilitas pakan. Kandungan lemak pada catfood yang baik adalah minimal 9% dari jumlah pakan yang diberikan. Sumber lemak yang umum digunakan pada catfood berasal dari minyak nabati ataupun minyak yang dihasilkan jaringan lemak hewan. Lemak akan dimetabolisme oleh tubuh didalam hati untuk menjadi asam lemak, yang selanjutnya bila berlebih akan disimpan dibawah jaringan kulit sebagai jaringan adipose. Selain itu lemak juga berfungsi sebagai mediator pelarut vitamin A, D, E, K, pembentukan hormon, dan memiliki peran vital dalam metabolisme didalam sel. Asam linoleat, asam arakidonat, omega 3, dan omega 6, merupakan asam lemak yang dibutuhkan kucing.  Asam lemak harus disediakan pada pakan kucing  dalam jumlah yang cukup. Kekurangan asam lemak esensial dapat menyebabkan masalah kulit, penyembuhan keradangan dan gangguan sistem reproduksi.

Protein merupakan komponen paling penting dalam pemenuhan nutrisi bagi kucing sebagai karnivora.Protein merupakan bahan dasar pembentukan sel-sel, jaringan, enzim, hormon, dan antibody. Selain itu protein juga sangat penting bagi pertumbuhan tubuh dan sistem reproduksi serta berkontribusi pada pengaturan keseimbangan asam-basa didalam tubuh.Protein tersusun dari asam amino rantai panjang. Asam amino dibagi menjadi asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino non esensial dapat disintesis didalam tubuh, sedangkan asam amino esensial diperoleh dari asupan pakan. Kebutuhan protein pada kuicng berada diantara 17-22% dari pakan yang dikonsumsi. Sumber protein yang baik berasal dari protein hewani, karena dapat memenuhi seluruh kebutuhan asam amino esensial, sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan tidak mencakup semua asam amino esensial yang dibutuhkan. Salah satu asam amino yang memiliki peran vital untuk menjaga fungsi otot jantung dan retina mata pada kucing adalahTaurin.

Pemberian sumber protein hewani dari ikan mentah tidak disarankan, karena pada ikan mentah terdapat enzim thiaminase yang mampu mengganggu keseimbangan vitamin dalam tubuh, sedangkan sumber protein asal susu juga tidak disarankan khususnya susu yang memiliki kadar laktosa tinggi yang dapat menyebabkan diare, karena enzim lactose pada kucing yang minim.

Vitamin merupakan molekul organik yang berfungsi sebagai katalis enzima (koenzim) dalam proses metabolisme tubuh, vitamin sendiri diklasifikasikan menjadi 2 yakni vitamin yang larut dalam minyak yakni  vitamin A,D,E,K dan yang larut dalam air yakni vitamin B1, B2,B3,B5,B6,B7,B9,B12, serta C. Vitamin mengambil perang dalam metabolisme pada tubuh kucing, namun sebgain besar vitamin tidak dapat disintesis didalam tubuh kucing oleh karena itu vitamin perlu terkandung dalam asupan pakan kucing. Saat ransum pakan kucing telah terkandung vitamin yang cukup maka pemberiaan suplemen vitamin tidak diperlukan, keacuali bila kondisi kucing dalam keadaan sakit, dan dokter hewan merekomendasikan untuk pemberiaan suplemen vitamin tambahan.

Mineral merupakan senyawa anorganik yang tidak dimetabolisme ataupun menghasilkan energi.Mineral tidak dapat disintesis didalam tubuh dan harus disediakan dalam ransum pakan. Mayoritas produk catfood telah menginduksi mineral pada komposisinya.Klasifikasi mineral dibagi menjadi 2 yakni makro berupa Kalsium,Fosfor, Magnesium, sedangkan mineral mikro yang dibutuhkan berupa Sulfur, Besi, Copper, Zinc, Mangan, Iodium, Selenium, Cobalt. Kebutuhan mineral bagi kucing sangat sedikit dari total kebutuhan pakan, namun pemberiannya harus seimbang, hal ini disebabkn bila pemberiannya berlebih akan menyebabkan masalah metabolic, begitu juga saat jumalahnya kurang. Secara umum mineral penting terhadap perkembangan tulang, gigi, menjada keseimbangan cairan tubuh, proses transportasi nutrisi secara intraseluler, dan proses metabolisme

Dari seluruh komponen nutrisi pakan kucing yang telah disampaikan, tentunya saat ini petlovers sudah dapat memilah kriteria pakan yang baik dan berkualitas untuk kucing kesayangannya. Seluruh kebutuhn nutrisi tersebut dapat diperoleh dengan meracik ransum pakan sendiri ataupun catfood yang ada dipasaran, namun untuk catfood lebih dianjurkan untuk menggunakan tipe wet atau kombinasi dry and wet.(Malik)

Referensi                                                                                          

Case, Daristotle, Hayek, Raasch. 2011. Canine and Feline Nutrition 3rd edition. Mosby Elsevier. USA.  ISBN 978-0-525-06619-8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *