Kesehatan Kucing

Bolehkah Vitamin Manusia Untuk Kucing

Vitamin manusia untuk kucing

Mungkin banyak yang berpikir jika vitamin yang kita konsumsi sehari-hari bagus buat manusia, maka vitamin manusia untuk kucing tentu bagus juga. Betulkah? Belum tentu sih.

Kebanyakan vitamin untuk kucing dirancang hanya mengandung sebagian dari kebutuhan harian mereka, misalnya sekitar 20%. Sementara dosis vitamin manusia bisa mengandung 100% dari kebutuhan harian kucing. Karena itu jika kucing diberikan vitamin manusia ada potensi terjadi overdosis.

Jika kucing berlebihan memakan vitamin manusia, gejala yang terjadi bisa muntah, kurang nafsu makan, dan perut tidak nyaman. Gejala tersebut bisa berlangsung selama 12-24 jam.

Vitamin yang bisa beracun untuk kucing diantaranya:

  • Vitamin prenatal untuk ibu hamil, yang tinggi kandungan zat besinya sehingga bisa menyebabkan kucing keracunan zat besi.
  • Vitamin D, terlalu banyak vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium dan fosfor, yang bisa menyebabkan masalah pada jantung dan ginjal kucing.

Kucing bukanlah manusia, mereka kemungkinan merespon vitamin secara berbeda karena dua alasan:

  1. Ukuran tubuh kucing yang jauh lebih kecil dari manusia. Sehingga dosis yang aman bagi manusia bisa berbahaya bagi kucing. Kita yang bukan dokter hewan pun tidak bisa untung-untungan mengurangi dosis vitamin manusia untuk diberikan ke kucing karena bisa fatal.
  2. Perbedaan biologis dimana manusia umumnya lebih baik dalam menangani racun daripada spesies mamalia lainnya. Maka jika sesuatu itu beracun bagi manusia sudah tentu berbahaya bagi kucing, jika sesuatu aman bagi manusia belum tentu aman bagi kucing.

Kesimpulannya, memang vitamin manusia bisa aman untuk kucing. Asal pemberiannya sesuai kebutuhan dan dosisnya tepat. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh orang awam.

Jadi, sangat penting untuk tidak memberi kucing peliharaan vitamin manusia. Karena kucing memiliki persyaratan dan kebutuhan yang berbeda dari manusia.

Memberi kucing vitamin manusia dengan sembarangan bisa berbahaya bagi mereka. Bukan manfaat yang didapat tapi sebaliknya. Misalnya, kucing justru bisa sakit parah.

Jika kamu merasa kucingmu memerlukan suplemen vitamin atau nutrisi lainnya, konsultasikan dengan dokter hewan. Dokter akan menentukan apakah kucing benar-benar butuh suplemen tambahan dan seberapa dosis yang diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *